Sedih, Mau Ikut Peparnas, Atlet Difabel Wajib Bayar Rp450 Ribu Per Hari ke Panitia Besar

oleh

 

JURNALJAMBI.CO, JAMBI – Atlet-atlet disabel/difabel makin terpinggirkan. Mereka yang akan bertarung di Peparnas (pekan paralimpik nasional) di Aceh dan Medan terancam tak bisa turun.

Kebijaksanaan panitia pusat membuat atlet NPC (National Paralimpyc Committee) di hampir seluruh daerah di Indonesia keberatan. Pasalnya, Panitia Besar Peparnas Aceh/Medan mewajibkan tiap peserta membayar sejumlah uang untuk bisa tampil di Peparnas.

Hal ini dibenarkan pengurus NPC Provinsi Jambi, Usman. Ia mengatakan keputusan tersebut dikeluarkan pada rapat koordinasi nasional NPC beberapa waktu lalu.

“Secara umum memang diputuskan peserta wajib membayar Rp350 ribu per hari jika ikut peparnas,” tuturnya beberapa waktu lalu.

Tentu saja itu sangat memberatkan. Apalagi buat daerah yang anggaran untuk NPC masih kecil, seperti Jambi. Usman mengungkapkan untuk daerah-daerah kaya seperti Papua, Riau dan lainnya tentu tidak keberatan dengan mengeluarkan dana itu.

“Tapi untuk Jambi sepertinya masih berat. Sebab untuk anggaran rutin NPC saja juga masih rendah,” ungkapnya.

Ia pun mengungkapkan tidak ada persiapan khusus yang dilakukan atlet-atletnya menghadapi Peparnas 2024 di Aceh/Medan. “Ya, bagaimana mau persiapan, sudah dana minim, kalau ikut harus bayar Rp450 ribu perhari. Pasti keberatan lah,” imbuhnya.

Lebih lanjut Usman mengatakan akan menunggu respons pengurus pusat NPC menyikapi ini. Termasuk menunggu respon daerah-daerah lain di Indonesia yang keberatan dengan rencana Pepernas berbayar ini.

“Tentu kami berharap segera ada keputusan panitiaa peparnas untuk menyikapinya. Sesuai jadwal seharusnya tahun ini ada peparnas,” pungkasnya. (ist)