Sangat Memprihatinkan, Bertahun-tahun Jalan Desa Seko Besar Tak Tersentuh Pembangunan 

oleh

JURNALJAMBI.CO – Kondisi badan jalan menuju Desa Seko Besar Kecamatan Pauh wilayah timur sangat memprihatinkan bahkan dapat dibilang parah, akses vital transportasi masyarakat itu dari tahun ke tahun tak tersentuh pembangunan yang memadai seperti diharapkan masyarakat setempat dan pengguna jalan dari luar desa.

Dengan kondisi tersebut, selama ini Pemerintah Desa tidak tinggal diam, namun hingga kini masih terus menjadi salah satu usulan program pembangunan kepada Pemerintah Kabupaten Sarolangun di setiap musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang).

Tahun ini Pemerintah Desa Seko Besar kembali mengusulkan peningkatan badan jalan di Desa Seko Besar, untuk pembangunan infrastruktur dalam RKPD tahun 2025 mendatang, sebagaimana diungkapkan Kepala Desa (Kades) Seko Besar Temi Suhendar, A.Md, Selasa 30 Januari 2024 usai Musrenbang tingkat Kecamatan Pauh Kabupaten Sarolangun.

Temi Suhendar, A.Md, Kades Seko Besar(*)

Kades Temi Suhendar menyebut sudah memasukkan usulan untuk diakomodir pada anggaran tahun 2025 mendatang, yang mana pihaknya mengusulkan peningkatan badan jalan sepanjang 6 Kilo Meter (KM ) dari KM 23 Simpang Pitco menuju ke Desa Seko Besar.

”Pada Musrenbang ini, peningkatan badan jalan menjadi usulan prioritas kami untuk anggaran tahun 2025. Usulan ini sejak awal saya menjadi Kades, artinya, sudah hampir habis masa jabatan saya sebagai Kades, belum terealisasi. Kami sangat berharap tahun depan paling  tidak pengerasan badan jalan dari KM 23 ke Desa Seko Besar dapat terealisasi,” katanya dengan suara bernada haru.

Bagi Kades Temi Suhendar, pentingnya peningkatan badan jalan ini adalah mengakomodir harapan masyarakat yang belum terealisasi, sedangkan jalan tersebut adalah akses transportasi vital masyarakat dalam urusan ke  Pemerintah Kabupaten dan akses utama masyarakat mengangkut hasil pertanian dan perkebunan serta aktivitas produktif lainnya.

Baca Juga:  Musrenbang Kecamatan Pauh, Kemiskinan Ekstrem dan Ilegal Driling Masih Jadi Isu Strategis 

”Kalau akses jalan itu baik, masyarakat kita akan mudah dan lancar mengangkut hasil pertanian dan perkebunan menuju Ibukota Kecamatan, begitupun ke pusat pemerintahan Kabupaten Sarolangun tanpa hambatan. Setiap tahun kami usulkan tapi belum pernah dapat, namun harapan kami begitu besar, pada anggaran tahun 2025 dapat terealisasi,” ucapnya berharap. (Abahagus)