Sudah 10 Hari Terdampak Banjir ,17 Sekolah di Kabupaten Tebo Tutup 

oleh

 

JURNALJAMBI.CO, TEBO – Sudah sepuluh hari sejak banjir melanda sembilan kecamatan di Kabupaten Tebo, menyebabkan 67 desa terendam dan 14.150 jiwa menjadi korban dampak banjir.

Meskipun beberapa wilayah di Tebo mulai mengalami surut, namun di enam kecamatan lainnya, debit air terus meningkat. Akibatnya, 17 sekolah terpaksa diliburkan untuk sementara.

Penjabat (Pj) Bupati Tebo, Aspan, menyatakan bahwa tiga kecamatan di Kabupaten Tebo, seperti di VII Koto, VII Koto Ilir, dan Tebo Ulu, mulai mengalami surut. Namun, enam kecamatan lainnya seperti Tengah Ilir, Tebo Ilir, Tebo Tengah, Serai Serumpun, Sumay, dan Muaro Tabir, mengalami peningkatan debit air.

“Sebagian wilayah memang sudah mulai surut, namun di beberapa kecamatan malah terus meningkat,” ujar Aspan saat dihubungi pada Selasa (09/01/2024).

Pihaknya, bersama TNI-Polri, terus melakukan penanganan, terutama memberikan bantuan sembako, layanan kesehatan, dan evakuasi warga, khususnya yang memiliki disabilitas sebagai fokus utama.

“Kita terus berupaya menyediakan sembako dan layanan kesehatan bagi warga yang terdampak, sekaligus melakukan evakuasi, terutama untuk warga lansia dan disabilitas yang menjadi fokus kita,” ungkap Aspan.

Meskipun beberapa kecamatan mengalami surut, kegiatan belajar mengajar belum dapat dilakukan. Oleh karena itu, dari sembilan kecamatan yang terdampak banjir, 17 sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, ditutup sementara.

“Sebanyak 17 sekolah, mulai dari SD, SMP, dan SMA, kita liburkan,” kata Aspan.

Aspan menegaskan bahwa pihaknya, bersama TNI dan Polri, tetap siaga dengan mendirikan beberapa posko di setiap lokasi banjir.

“Posko selalu siaga, kita bersama TNI dan Polri terus bersiaga penuh dalam memberikan pelayanan terhadap warga,” ungkap Aspan. (ist)