OPD Sarolangun Ikuti Bimtek Konsep Smart City, Pj Bupati Bachril Bakri: Jangan Hanya Bicara Teori

oleh

JURNALJAMBI.CO, SAROLANGUN – Dalam rangka menerapkan konsep Smart City (Kota Cerdas), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun mengikuti Bimtek (Bimbingan Teknis) Tahap I penyusunan Masterplan Smart City dan Quick Win (Program Cepat) tahun 2023, Senin 3 Juli 2023 di Aula Bappeda Sarolangun dengan Narasumber Muhammad Pahrul Rozi dan tim tenaga ahli dari Kementerian Kominfo.

Konsep Smart City bertujuan untuk mengintegrasikan sistem seluruh instansi pemerintah dan elemen-elemen sarana prasarana yang bermanfaat sebagai jembatan informasi untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Dalam implementasi konsep Smart City ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun telah menandatangani Management of Understanding (MOU) bersama Kementerian Kominfo pada Februari 2023 yang lalu.

Hadir dalam pembukaan Bimtek Penjabat (Pj) Bupati Sarolangun Dr. Ir. Bachril Bakri, M.App.SC didampingi Sekda Sarolangun Ir Endang Abdul Naser, Para Staf Ahli Bupati dan Para Asisten. Turut hadir para Kepala OPD, diantaranya Ahmad Nasri Kadis Kominfo, Kadis DPMPTSP Syahruddin, Riduan Kadis Dukcapil, Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah Waldi Bakri, Kepala BPPRD Emalia Sari, Kepala BPKAD Kasiyadi, Camat Sarolangun Bustra Desman dan para Camat.

Dalam kegiatan ini peserta mengikuti tatap muka di ruang pelatihan, peserta diarahkan untuk dapat memahami Smart City. Diharapkan setiap peserta dapat mengikuti pelatihan dan memahami konsep Smart City untuk dapat diterapkan di Kabupaten Sarolangun.

Sementara itu, Muhammad Pahrul Rozi dari Kementerian menyebut, tujuan Master Plan Smart City adalah dalam meningkatkan pelayanan publik yang mendorong keterlibatan stake holder. Stake holder bukan hanya Kominfo atau Bappeda tetapi setiap OPD. Namun ketika ada pergerakan atau perubahan ke depan, master plan ini dapat diubah.

Dalam sambutan dan arahannya pada pembukaan Bimtek, Penjabat (Pj) Bupati Dr. Ir. Bachril Bakri, M. App.SC mengatakan, dalam penerapan Smart City, penggunaan teknologi informasi membantu mempermudah pelayanan pemerintah, sebagai contoh sederhana, untuk keamanan, setiap sudut kota dipasang cctv, masyarakat dibuat menjadi nyaman. Namun Pj Bupati Bachril Bakri menginginkan dalam Bimtek ini tidak hanya bicara teori. Bachril Bakri juga menyebut dalam konsep Smart City ada juga Smart Government dan Green City (Ruang Terbuka Hijau).

Baca Juga:  Melahirkan di Pesawat, Make Up Artist Ini Bantu Persalinan

“Saya ingin pada Bimtek ini tidak hanya bicara teori, tetapi juga membahas masalah dan solusinya, seperti kendala atau masalah pelayanan di sebuah OPD. Ada satu masalah besar, yaitu masalah PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin), bagaimana penyelesaian permasalahannya, Pelayanan rumah sakit atau PAD bagaimana meningkatkannya,” kata Bachril Bakri.

“Ayo kita cari jalan keluarnya, bagaimana PAD kita meningkat, saya akan minta auditor untuk mengaudit, dimana sisi kendalanya, PAD menjadi bagian penting, harus nambah, target PAD juga jangan terlalu rendah,” imbuhnya.

Pj Bupati Bachril Bakri menghimbau para OPD manfaatkan Bimtek ini, yang merupakan sebuah peluang dan Narasumber datang tanpa dibayar, karena Bimtek ini merupakan tindak lanjut dari MOU. Kedepannya konsep Smart City diharap dapat diterapkan sampai di kecamatan, yang memungkinan diperlukan penambahan anggaran.

“Kita tunggu kajiannya, bila dinilai layak nanti kita terapkan,” pungkas Pj Bupati Bachril Bakri. (Agus)