Cegah Siswa Berkonflik dengan Hukum, Dit Binmas Polda Jambi Beri Penyuluhan di SMAN 12 Kota Jambi

oleh

JURNALJAMBI.CO, JAMBI – Polda Jambi terus menyosialisasikan bahaya narkoba, perundungan dan geng motor di masyarakat. Bahkan sasaran sosialisasi juga dilakukan ke sekolah-sekolah.

Senin (29/05/2023), tim Subdit Bintibsos, Ditbinmas Polda Jambi mengunjungi SMAN 12 Kota Jambi. Kepala tim, AKP Ilyas Halim, mengatakan polisi berupaya agar kenakalan remaja/anak, tidak sampai membawa mereka berkonflik dengan hukum.

Bersama AKP Rosmarita, AK Ilyas Halim memaparkan apa-apa saja yang bisa membawa anak/remaja berkonflik dengan hukum. “Perundungan, narkoba dan geng motor adalah tiga hal menonjol yang harus kita cegah sedari dini,” ungkapnya.

Dalam paparannya, AKP Ilyas mencontohkan tindakan apasaja yang bisa membawa siswa berkonflik dengan hukum. “Ada konsekuensi hukumnya masing-masing. Jika di jalan kita tiba-tiba diserang orang tak dikenal, dan untuk membela diri kemudian mengambil gunting atau pisau milik pedagang, misalnya. Ini akan berbeda kosekuensi hukumnya dengan ketika kalian sengaja membawa gunting dari rumah,” jelasnya kepada para siswa.

Dilangsungkan di gedung baru SMAN 12 Kota Jambi, Simpang Rimbo, dua personel Direktorat Binmas Polda Jambi hadir memberi materi. Sedangkan AKP Rosmarita menambahkan bahwa ini adaah program Polda Jambi. “Kami memrogramkan memberi penyuluhan ke sekolah-sekolah dan kai ini giliran ke SMAN 12 Kota Jambi,” ujarnya.

Selain itu hadir juga Kepala Balai Teknologi, Informatika dan Komunikasi (BTIK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jambi, H.M. Thohir, S.Pd., M.Pd. Kepala Sekolah SMAN 12 Kota Jambi, Sutrisno, S.Pd., M.Pd., sangat berterima kasih kepada Polda Jambi.

Kehadirannya diharapkan bisa membuka wawasan siswa terhadap kemungkinan berkonflik dengan hukum. “Sehingga ini bisa dihindari,” ungkapnya. Sekolah, sambungnya sangat berterima kasih atas kehadiran kedua pihak ini.

Sebab di tengah maraknya geng motor dan pengaruh gadget yang susah dikontrol, penguatan moral anak didik sangat penting. Tiga poin penting disampaikan AKP M Ilyas Halim dan AKP Rosmarita serta Kepala BTIK.

Ketiga poin itu adalah perundungan, geng motor dan narkoba. Bahkan ketiga pemateri juga mengingatkan konsekuensi hukum jika ada anak berkonflik dengan hukum terkait hal tersebut. Termasuk contoh-contoh tindakan apa saja yang oleh para siswa ternyata berkonflik dengan hukum.

“Ini penting buat sekolah, terutama buat tenaga pendidik. Sebab ini bisa menjadi pertimbangan sekolah untuk mengambil tindakan,” sambung Sutrisno.

Dia menambahkan bahwa sekolah selalu berusaha menahan agar siswa tidak dikeluarkan ketika berkonflik dengan hukum. “Sebisa mungkin kami bina. Kami beritahu hingga kami dampingi,” ujarnya.

Namun jika memang kemudian dirasa sudah di luar kewajaran dan kemampuan sekolah, tentu tindakan tegas akan diambil. Sekolah akan mengembalikan siswa bersangkutan ke orangtua atau walinya. “Tapi itu adalah upaya terakhir setelah berbagai cara kami tempuh,” tegasnya.(ist)