Yn Paksa Korban Perbesar Payudara dengan Pompa ASI

oleh

JURNALJAMBI.CO, JAMBI – Yunita Sari Anggraini (20) alias Yn, tersangka pencabulan 17 anak di Jambi, memaksa empat korban perempuan memperbesar payudara dengan menggunakan alat pompa ASI. Salah satu korban mengalami kesakitan akibat perbuatan itu. Direktur Reskrimum Polda Jambi, Kombes Andri Ananta menyampaikan fakta tersebut didapatkan setelah pemeriksaan lanjutan pada para korban. Awalnya ada empat anak berusia 13 sampai 14 tahun yang dipaksa untuk memperbesar payudara. Namun, hanya satu korban yang sempat memenuhi tindakan tidak wajar itu. “Korban dipaksa memperbesar payudara dengan menggunakan alat pompa asi. Sebanyak empat orang dipaksa lalu ditolak tiga orang. Satu yang sempat dan merasakan sakit,” ujarnya, Rabu (8/2). Andri belum bisa menjelaskan secara pasti tujuan tersangka memaksa korban memperbesar payudara dengan pompa ASI. Yang jelas saat ini Yunita sedang menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Provinsi Jambi untuk mengetahui kondisi kejiwaannya. Selain membuka rental PlayStation, ungkap Andri, ibu muda ini juga membuka warung makanan ringan. Dengan usaha itu, Yunita menarik korban perempuan. “Saat berbelanja di sana empat korban itu dipaksa melakukan pembesaran payudara menggunakan pompa asi,” katanya. Korban Jalani Rehabilitasi Pendekatan dan observasi UPTD PPA Provinsi Jambi menyebutkan psikis korban terganggu. Sejumlah korban menunjukkan kekhawatiran, kecemasan, dan rasa berdosa, akibat serangkaian kekerasan seksual itu. Maka, 10 korban dibawa ke Balai Alyatama untuk menjalani pemulihan. Selebihnya, masih dirawat keluarga yang merasa mampu untuk melakukan pemulihan secara mandiri. “Proses belajar mereka tidak terganggu karena di sana ada guru dan psikolog. Mereka juga di sana bermain, supaya trauma itu cepat hilang,” ujar Andri. Kepala UPTD PPA Kota Jambi, Rosa Rosilawati menyampaikan pihaknya selalu berkoordinasi dengan Balai Alyatama untuk mengetahui kondisi para korban. Sedangkan untuk mengetahui kondisi sebagian korban yang tidak menjalankan rehabilitasi di Balai Alyatama, UPTD PPA Kota Jambi berkoordinasi dengan ketua RT setempat. Jika dibutuhkan, UPTD PPA ini siap mengerahkan psikolog klinis. “Kami sudah berkoordinasi dengan RT setempat. Kalau memang dibutuhkan, anak-anak itu bisa dibawa ke UPTD PPA,” ujarnya. (ist)