Pelatihan PKW dan Peresmian Sanggar Tenun Sarolangun Berlangsung Sukses

oleh

JURNALJAMBI.CO, SAROLANGUN – Kegiatan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tekun Tenun Indonesia tahun 2022 Kabupaten Sarolangun sukses digelar, sekaligus Peresmian Sanggar Tenun Sarolangun Cempaka oleh Penjabat (Pj) Bupati Sarolangun Henrizal, SPT, MM, dan langsung menutup acara pelatihan, Senin 22 Nopember 2022 di Aula Kantor Kelurahan Dusun Sarolangun Kecamatan Sarolangun.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua TP PKK Sarolangun Ny Harvedrida Henrizal, Trianto Kadis Perindagkop, UMKM dan Koperasi, Kadis Dikbud Sarolangun Helmi, SH, MH, Kadis Kominfo Ssrolangun M. Idrus dan beberapa pejabat terkait, Lurah Dusun Sarolangun Muhammad Dasuki, Camat Sarolangun Bustra Desman beserta para peserta PKW Tekun Tenun.

Pada kegiatan ini ada dua lokasi yang melaksanakan pelatihan PKW Kerajinan Tenun, Kelurahan Dusun Sarolangun, Kecamatan Sarolangun dan Desa Dusun Dalam Kecamatan Bathin VIII.

“Masing-masing lokasi diikuti 20 anak muda, dengan durasi 250 jam,” kata Trianto, Kadis Perindagkop.

Tenun merupakan teknik dalam pembuatan kain yang dibuat dengan prinsip yang sederhana, yaitu dengan menggabungkan benang secara memanjang dan melintang. Dengan kata lain bersilangnya antara benang lusi dan pakan secara bergantian. Kain tenun biasanya terbuat dari serat kayu, kapas, sutra, dan lainnya.

Lanjut Trianto, Tenun Khas Sarolangun saat ini masih sangat berpotensi untuk dikembangkan dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), berupa tenun kain songket yang masih banyak peminatnya.

”Kegiatan tekun tenun Indonesia ini diikuti sebanyak 1.000 orang peserta dari enam provinsi yakni Provinsi Jambi, Bali, NTT, NTB, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara,” katanya.

Pj Bupati Sarolangun Henrizal memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini, dan mengucapkan terima kasih kepada pengajar dan peserta PKW ini.

Baca Juga:  Genjot PAD, Desa Mentawak Baru Revitalisasi Aset Desa

Henrizal berharap dengan kegiatan ini kedepannya dapat melahirkan wirausaha yang baru, inovatif dan kompetitif yang bisa bersaing pada level lokal dan nasional.

”Program ini memiliki tujuan yang sangat mulia, dimana program ini dilakukan bagi peserta usia 15-25 tahun yang tidak beruntung mengikuti pendidikan formal. Program ini membekali peserta didik dengan melatih wirausaha tekun tenun yang diharapkan lahirnya wirausaha yang dapat mengembangkan UMKM,” katanya.

Pj Bupati Henrizal berpesan kepada peserta yang sudah mengikuti pelatihan ini agar dapat memanfaatkan ilmu yang didapatkan dan merintis usaha dengan baik agar mampu bersaing dan mampu menaikkan perekonomian serta memperbaiki taraf hidup dan perekonomian masyarakat Sarolangun melalui UMKM di Kabupaten Sarolangun.

”Kedepan saya harapkan program ini dapat dilanjutkan oleh Pemerintah Daerah secara mandiri sehingga sasaran lebih luas dan melahirkan wirausaha muda di kabupaten sarolangun,” harap Pj Henrizal. (gus)