3 Desa di Pauh Timur Direndam Banjir, Satu Rumah Warga Roboh Dihantam Tanah Longsor

oleh

JURNALJAMBI.CO, SAROLANGUN – Curah hujan yang tinggi pada dua hari terakhir ini menyebabkan 3 (tiga) desa di Kacamatan Pauh wilayah timur, yakni Desa Sepintun, Desa Lamban Sigatal dan Desa Lubuk Napal lumpuh karena direndam banjir, menyebabkan putusnya akses transportasi dan akses ekonomi masyarakat.

Menurut informasi yang dihimpun media ini dari Camat Pauh Jupri, SE, curah hujan yang tinggi tidak saja menyebabkan banjir di tiga desa, tetapi juga menyebabkan longsor di Lamban Sigatal yang menghantam bangunan rumah warga yaitu rumah Firdaus di RT 04 Desa Lamban Sigatal.

“Banjir di Desa Sepintun sudah tiga hari, di Desa Lamban Sigatal dan Lubuk Napal baru hari ini, curah hujan yang tinggi juga menyebabkan tanah longsor yang menghantam satu bangunan rumah warga di Desa Lamban Sigatal,” kata Camat Jupri, Senin sore (12/9) sepulang dari meninjau banjir di tiga desa tersebut bersama unsur Tripika, PD, PLD dan unsur terkait lainnya.

Akibat banjir ini, akses jalan dan perekonomian warga di Pauh wilayah timur menjadi lumpuh karena beberapa titik akses jalan masyarakat tidak bisa dilalui.

“Akses jalan putus di Desa Lamban Sigatal, Desa Sepintun dan Desa Taman Bandung. Akses jalan Sepintun ke Lamban Sigatal terdapat dua titik yang tidak bisa dilalui karena debit air yang tinggi, kalau melalui jalan Pitco, di Seko Besar juga tidak bisa dilalui, ada satu titik yang airnya sangat dalam, jadi, warga yang mau jalan ke Seko Besar tidak bisa dan dari Sepintun ke Lamban Sigatal juga tidak bisa. Semua akses di tiga desa ini jadi lumpuh,” terang Camat Jupri.

Kondisi terkini saat ditulisnya berita ini, 219 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air hingga 2 meter, secara rinci, di Desa Sepintun sebanyak 112 rumah direndam banjir dengan ketinggian air 1,5 hingga 2 meter, di Desa Lamban Sigatal 70 rumah direndam banjir dengan ketinggian air 1 hingga 2 meter dan di Desa Lubuk Napal 37 rumah direndam banjir dengan ketinggian air 1 hingga 2 meter.

Baca Juga:  Lima Anggota Polri Usai Jalani Penempatan Khusus Pelanggaran Etik

Lanjut Camat Jupri, untuk saat ini persediaan bahan makanan warga masih cukup, namun menurutnya bila banjir berlanjut, ketersediaan bahan makanan warga perlu menjadi perhatian .

“Untuk sekarang, persediaan makanan warga desa masih cukup, tetapi kalau banjir berlanjut sampai tiga hari, persediaan makanan warga harus sudah jadi perhatian, karena kalau melihat kondisi sekarang, kita belum tahu apakah air akan bertambah naik atau bertahan dan surut, saat saya pulang siang tadi, air belum surut, masih terus bertambah besar,” urai Camat Jupri.

Camat Jupri menyebut, curah hujan yang tinggi yang menjadi penyebab hantaman banjir ini adalah karena sungai Telisa, yakni sebuah sungai yang mengaliri desa sekitarnya tidak sanggup menampung air hujan, sebagaimana diketahui pada dua hari belakangan curah hujan begitu tinggi ditambah lagi malam berikutnya, menyebabkan luapan air sungai begitu besar sehingga merendam rumah warga Desa Sepintun dan Lamban Sigatal, sedangkan banjir di Desa Lubuk Napal itu masuk pada jalur Sungai Sekamis yang juga tidak sanggup menampung curah hujan yang begitu tinggi.

Menyikapi kondisi yang melumpuhkan akses transportasi dan perekonomian masyarakat ini, Camat Jupri telah melaporkannya kepada Pemerintah Kabupaten Sarolangun dan meminta warga masyarakat Desa Sepintun dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir susulan.

“Kami sudah melaporkan musibah banjir ini kepada Pemerintah Kabupaten Sarolangun, untuk selanjutnya kami siap menunggu perintah dan arahan. Kami juga telah menghimbau warga masyarakat Desa Sepintun dan sekitarnya untuk bersabar dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan,” tutup Camat Jupri. (gus)

Ini beberapa foto kondisinya :