Kemacetan Panjang di Jalan Tembesi-Sarolangun, Jenazah Terlantar 14 Jam 

oleh

JURNALJAMBI.CO, BATANGHARI – Kemacetan panjang hingga kiloan meter di jalan Tembesi-Sarolangun diakibatkan adanya truk batubara rusak yang  mengalami patah as  diduga kuat karena  over tonase,  mengakibatkan jenazah warga jelutih BatinXXIV  terlantar selama 14 jam, sejak pukul 8 malam (10/9) hingga pukul 10 pagi (11/9).

Kapolres Batanghari AKBP. Hasan S.I.K dikonfirmasi awak media menjelaskan kronologi kemacetan ini di lokasi kemacetan. Terlihat barisan panjang truk batubara terpaksa parkir di badan jalan Paal V Tembesi Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi.

“Macet di Pal V Tembesi ada mobil tronton CPO mengalami patah as-rombong, dan di depan pasar PU ada mobil truk batubara mengalami patah as, di desa jebak ada mobil batu bara mengalami rusak, itulah penyebab kemacetan panjang ini,” katanya, Minggu (11/9).

Tentu saja terlantarnya jenazah warga membuat kecewa para keluarga, karena sesuai syariat, pihak keluarga harus menyegerakan fardhu kifayah anggota keluarganya yang meninggal dunia, sesuai syariat. Kekecewaan keluarga mayit terlihat sebagaimana penuturan warga di lokasi kemacetan.

“Saya sangat kecewa dan kuatir akibat kemacetan ini, jenazah warga jelutih BatinXXIV jam 8 malam, sampai 10 pagi, baru bisa dikondisikan, alhamdulillah berkat kerja sama Satlantas Polsek Batin XXIV, jam 10 jenazah warga bisa dibawa ke rumah keluarganya,” kata salah seorang warga setempat.

Kekecewaan bukan saja dirasakan keluarga (ahli) mayit, juga dari para pedagang dan para warga yang melintasi jalur ini, lewat media ini, mereka memohonkan kepada Pemerintah untuk menyikapi kondisi ini dengan baik, agar kemacetan tidak terjadi.

“Kami mohon pemeritah melalui dinas terkait benar-benar serius untuk menangani kemacetan yang disebabkan angkutan batubara dan juga menindak mobil angkutan yang menyalahi aturan tonase dan aturan operasi di jalan raya,” kata seorang bapak yang ikut terjebak kemacetan.

Baca Juga:  Ratu Elizabeth II Meninggal, Begini Reaksi Pangeran Charles III

Begitupun para sopir angkutan (Travel),  memohon kepada awak media ini menulis keluhan mereka, seperti yang diungkapkan salah seorang sopir travel.

“Saya berharap kepada pemerintah tolong di tegaskan Perda (Peraturan daerah)nya, untuk  mengantisipasi kejadian seperti ini, kasihan kami sopir travel, kami menargetkan bisa 10 jam sampai dan ini malah bisa jadi 17 jam, tegakkan peraturannya dan jangan seolah-olah tutup mata,” kata seorang sopir travel dengan trayek Jambi- Sungai Penuh.

Pantauan media di lokasi, kemacetan dapat diurai  menjelang siang dengan peran Satlantas Polsek Batanghari. (*)

Sumber : deteksijambi.com