Kabar Gembira, Dinkes Sarolangun Boyong 11 Ambulan DAK 2022 Dalam Rangka Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

oleh

JURNALJAMBI.CO, SAROLANGUN – Kabar gembira bagi masyarakat Sarolangun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sarolangun memboyong 11 (sebelas) mobil ambulan untuk 11 Puskesmas di Kabupaten Sarolangun. 11 mobil ambulan dengan dana berkisar Rp. 6 (enam) milyar rupiah tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022 yang didapatkan dengan cara jeput bola ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Jakarta.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Sarolangun dr. Irwan Miswar mengatakan 11 ambulan tersebut akan digunakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya mengurangi tingkat kematian Ibu dan Bayi.

Dari keterangan Kadis Irwan, dari 11 ambulan tersebut, saat ini baru sampai 6 ambulan, 5 ambulan lagi menyusul. setelah lengkap nanti akan dilakukan serah terima dengan Puskesmas.

“Alhamdulillah kita dapat memboyong 11 ambulan ke Kabupaten Sarolangun dari DAK 2022 dengan dana berkisar Rp. 6 milyar, saat ini baru dikirim dan sudah sampai 6 ambulan, 5 lagi menyusul. setelah lengkap nanti kita lakukan serah terima dengan Puskesmas. Kita menargetkan kegiatan ini selesai pada akhir September 2022, walaupun limit dari kementerian paling lambat kegiatan ini selesai pada akhir Oktober ini,” terang Kadis Irwan, Rabu (7/9) di kantornya.

“Dari jumlah Puskesmas di Kabupaten Sarolangun sebanyak 16 Puskesmas, ada 11 Puskesmas yang mengajukan, alhamdulillah diakomodir,” tambah Kadis.

Kadis Irwan menyebut 11 ambulan tersebut akan digunakan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat, sebagai kendaraan rujukan khususnya dalam upaya mengurangi tingkat kematian Ibu dan Bayi.

11 ambulan tersebut akan diserah-terimakan untuk Puskesmas Batang Asai, Puskesmas Bathin VIII, Puskesmas Singkut, Puskesmas Singkut V, Puskesmas Pauh, Puskesmas Mandiangin, Puskesmas CNG, Puskesmas Air Hitam, Puskesmas Sungai Baung, Puskesmas Pematang Kabau dan Puskesmas Butang Baru.

Baca Juga:  Unras Aliansi LSM Terkait Dugaan Manipulasi dan Pungli, Kadis Dikbud Sarolangun Diminta Bertanggung Jawab

“Ambulan tersebut akan kita gunakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat sebagai kendaraan rujukan pasien dalam rangka upaya mengurangi tingkat kematian Ibu dan Bayi,” terang Kadis Irwan.

Lanjut Kadis, prestasi yang membanggakan ini didapatkan dengan sistem jeput bola terhadap anggaran DAK Kementerian Kesehatan yang dilakukan oleh Puskesmas dengan cara mengisi aplikasi ASPAK (Aplikasi kondisi), selanjutnya dimasukkan ke aplikasi Krisna, yang diajukan sesuai kebutuhan Puskesmas.

Kadis Irwan menyebut, 5 Puskesmas yang belum dapat mobil ambulan tahun ini dikarenakan ambulan yang ada masih dalam kondisi sehat.

“Yang belum dapat tahun ini adalah Puskesmas Sarolangun, Puskesmas Pulau Pandan, Puskesmas Pelawan, Puskesmas Sepintun, dan Puskesmas Mersip, karena ambulannya masih dalam kondisi sehat, kita merencanakan kalau kondisi keuangan negara sehat, 5 Puskesmas lagi akan kita usul pada tahun 2024,” ucap Kadis.

Menurut Kadis Irwan, mobil ambulan tersebut diyakini mampu melayani pasien ibu hamil di setiap kecamatan sesuai dengan medan jalan yang dilalui dengan mobil Mitsubishi Triton berstandar ambulan lengkap.

“Kita meyakini mobil ambulan tersebut mampu meningkatkan pelayanan terhadap ibu hamil dengan mobil Mitsubishi Triton ‘double’ gardan 4 unit dan 7 unit ‘singgle’ gardan dengan standar ambulan lengkap,” pungkas Kadis Irwan. (gus)