BIAN Tahap I Provinsi Jambi Urutan Ketiga Nasional

oleh

JURNALJAMBI, KOTA JAMBI – Kepala Bidang P2 Dinas Kesehatan provinsi jambi, Dr. Eva Susanti, M.kep mengatakan bahwa sampai saat ini, capaian provinsi jambi masih rendah, masih banyak anak – anak yang perlu diimunisasi. Sasaran campak rubella Provinsi Jambi 771000 anak, sampai hari ini baru 64.4 %, padahal masa BIAN sudah diperpanjang 2 kali oleh Kementrian Kesehatan.

 

“Kita dibantu konsultan Unicef akan terus bergerak dengan maksimal disisa -sisa waktu sampai tanggal 13 september ini, target 85 % bisa kita capai, tapi butuh dukungan dari berbagai sektor termasuk teman – teman media,” Ungkap Eva saat mempresentasikan kondisi capaian BIAN dihadapan peserta

Provinsi Jambi ada selisih data sasaran seginifikan antara data pusdatin dengan data kabupaten Kota yang didapatkan berdasarkan data ril Puskesmas. Untuk Provinsi jambi berdasarkan data sampai tanggal 25 agustus yang tertinggi persentasenya adalah kabupaten Tanjung jabung timur capaian 80.9 %, suntikan 33.787 anak dan sisanya 7.976 anak, Kabupaten Bungo 75.6 % dengan suntikan 64.828 sisa anak yang belum mendapatkan imunisasi 20.949, kota sungai penuh 72.5 % dengan dengan suntikan 12.313 anak terimunisasi sisa 4.666 anak, muara jambi 69.1 % dengan capain yang terimunisasi 68.086 dan sisa 30.403 anak, Batang hari 67.9 % dengan anak yang diimunisasi 40.122 sisa 18.953, Tanjung Jabung Barat 67 % deangan anak yang diimunisasi 50.577 dan sisa 24.879. kemudian diikuti sarolangun 66.3 dengan anak yang sudah diimunisasi 47.029 dan sisa 23.918, kerinci capaian 64.5 % dengan suntikan 27.378 sisa 15.063, tebo 61 % dengan anak yang diimunisasi 48.025 sisa 30.735 anak yang belum mendapatkan imunisasi, Merangin 54.4 % dengan anak yang sudah diimunisasi 46.934 dan yang belum 39.295, terakhir kota jambi capaian 50.1 % , dengan anak yang sudah terimunisasi 57.770 dan sisanya anak yang belum mendapatkan imunisasi 57.524

Baca Juga:  Gandeng Media, Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Harapkan Program BIAN Segera Tuntas

“Kita tetap menggunakan data pusdatin sementara sampai nanti kita bersama kabupaten kota ajukan perubahan data untuk pembandingnya ke pusat “ tambah Eva Susanti. (say)