Cek Endra Santuni Anak Yatim Bersama Pejuang Subuh Sarolangun

oleh

JURNAL JAMBI.CO, SAROLANGUN – Dalam upaya menegakkan syi’ar agama, mantan Bupati Sarolangun Cek Endra bergabung dengan Pejuang Subuh Sarolangun, menurutnya program Pejuang Subuh Sarolangun sangat bagus, mengajak masyarakat mendirikan shalat subuh berjamaah di masjid dalam rangka memakmurkan masjid dan mempunyai program peduli kepada sesama, seperti menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa.

Sosok pemimpin agamis seperti Cek Endra tentu jarang dan sulit dijumpai. Yang mana dalam 5 tahun pada periode akhir kepemimpinannya di Kabupaten Sarolangun, Cek Endra telah menggagas dan sukses menjalankan Program Subling (Subuh Keliling) dari masjid ke masjid di setiap kecamatan se Kabupaten Sarolangun, mengajak masyarakat memakmurkan masjid dalam meningkatkan ibadah dan ketakwaan kepada Sang Khalik.

Sebagaimana diketahui, seiring dengan gerakan Subling bersama jajaran Pemkab Sarolangun tersebut, Cek Endra pun gemar menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa, seperti yang dilakukannya bersama Pejuang Subuh Sarolangun, Selasa Selasa 9 Agustus 2022 di Masjid Agung Ass-sulthon Sarolangun dalam rangka memperingati 10 Muharam yang dikenal sebagai Hari Raya Anak Yatim. Pemberian santunan anak yatim ini dilaksanakan dalam rangkaian shalat subuh berjamaah.

Dalam shalat subuh berjamaah dan pemberian santunan anak yatim kali ini Cek Endra datang bersama keluarga, Hj. Rosita Endra, Mas Gerry dan Bang Adiv, sedangkan Ketua DPRD Sarolangun Tontawi Jauhari memboyong Sang Istri, Adriyanti Tontawi Jauhari. Masjid terlihat lebih ramai dari subuh biasanya dengan kehadiran para tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Sarolangun serta para anak yatim.

Turut hadir H. Hurmin anggota DPRD Sarolangun yang ikut membagikan santunan anak yatim bersama Cek Endra, Tontawi Jauhari, Hj. Rosita Endra dan Ketua Pejuang Subuh Sarolangun Suhendri.

Baca Juga:  Momentum Muharam, Gerry Trisatwika Santuni Anak Yatim

Kepada awak media, Cek Endra menyebut ikut bergabung ke dalam jamaah Pejuang Subuh Sarolangun yang murni dari masyarakat umum, karena menurutnya Pejuang Subuh Sarolangun memiliki program yang bagus dengan gerakan mengajak masyarakat memakmurkan masjid dengan shalat subuh berjamaah di masjid dan berbagai kegiatan positif yang peduli terhadap sesama.

“Saya ini sebagai jamaah, Ketuanya Suhendri dari Opsezi, Saya mendukung dan  bergabung ke dalam Pejuang Subuh Sarolangun karena programnya bagus, mengajak masyarakat memakmurkan masjid dengan shalat subuh berjamaah di masjid serta menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa seperti yang diselenggarakan hari ini, ini kegiatan positif dalam bentuk kepedulian terhadap sesama,” katanya.

Cek Endra mengucapkan terimakasih dan apresiasinya kepada Pejuang Subuh Sarolangun yang telah bersama- sama mengimpakkan rejekinya menyantuni para anak yatim dan memakmurkan masjid.

“Alhamdulillah, santunan anak yatim hari ini terlaksana dengan baik dan sukses, terimakasih untuk jamaah Pejuang Subuh Sarolangun yang ikut bersama-sama menyantuni anak yatim dan memakmurkan mesjid, barakallah,” ucapnya.

Cek Endra menyebut ke depannya akan membersamai untuk menjadikan Pejuang Subuh Sarolangun ke dalam bentuk yayasan.

“Saya mendukung Jamaah Pejuang Subuh Sarolangun dijadikan sebuah wadah resmi dalam bentuk yayasan, silakan persiapkan kelengkapan administrasinya, bawa ke notaris untuk legalitasnya,” katanya kepada Suhendri, Ketua Pejuang Subuh Sarolangun.

Cek Endra bermaksud, dengan berbentuk sebuah yayasan, ke depannya Pejuang Subuh Sarolangun akan lebih baik, sebagai wadah untuk kemaslahatan umat.

Sementara itu, Ketua Pejuang Subuh Sarolangun, Suhendri, dalam keterangannya mengatakan dari 60 orang anak yatim yang menjadi sasaran pemberian santunan, berhasil disalurkan santunan kepada 52 orang’ anak yatim.

“Sasaran awal kita berjumlah 60 orang anak yatim, karena ada anak yatim yang tidak datang dan sudah pindah domisili, kita berhasil menyalurkan santunan kepada 52 orang anak yatim,” kata Suhendri seusai penyaluran santunan.

Baca Juga:  1 Abad PSHT, Abong Fendi Disahkan Sebagai Warga Baru Terate Emas

Suhendri menyebut dana santunan anak yatim ini bersumber dari donasi (infak dan sedekah) para pejuang subuh Sarolangun, yang tergabung di dalamnya mantan Bupati Sarolangun Cek Endra yang turut mendukung kelancaran kegiatan ini.

“Dana santunan anak yatim ini bersumber dari donasi para pejuang subuh Sarolangun bersama Bapak Cek Endra, Alhamdulillah kita dapat menyantuni anak yatim dengan dana Rp. 300 ribu per orang, terimakasih banyak kami ucapkan kepada segenap pejuang subuh Sarolangun yang memberikan donasinya dan para jamaah jamaah yang mendukung kegiatan ini,” ucap Suhendri.

Tausiyah agama pada rangkaian subuh berjamaah dan pemberian santunan anak yatim kali ini disampaikan oleh Ustadz KH Rois Amin. Tausiyah berisi tentang keutamaan shalat subuh berjamaah dan memakmurkan masjid serta tentang keutamaan shalat sunat kobliah subuh dan ibadah sunat lainnya. (gus)

No More Posts Available.

No more pages to load.