Sukses Penobatan Gelar Sko Anak Betino Tuo dan Anak Jantan Depati Intan Siulak Mukai

oleh

JURNALJAMBI.CO, SIULAK – Prosesi penaikan dan penobatan gelar sko Kalbu Anak Betino Tuo dan Kalbu Anak Jantan Depati Intan Siulak Mukai berlangsung sukses dan semarak. Ribuan warga Siulak Mukai memadati Rumah Adat Depati Intan di Mukai Mudik.

Penobatan berlangsung selama tiga hari, yakni Sabtu (16/7) hingga Senin (18/7). Sekitar 226 tokoh Siulak Mukai dinobatkan sebagai penyandang gelar sko Depati dan Ninik Mamak. Gelar sko adalah gelar adat bagi sosok yang memenuhi syarat.

“Pada hari pertama, penaikan dan penobatan sko diikuti sebanyak 61 orang depati dan ninik mamak,” ujar Ketua Panitia Yuldi Herman Jindah Liko Karung Pasko.

Hari kedua, Minggu (17/7), diikuti oleh sebanyak 65 orang depati dan ninik mamak, sisanya akan dinobatkan pada Senin (18/6).

Hari pertama, Rumah Adat mulai tengah hari hingga sore. Hadir para tetuo adat Siulak Mukai dan tokoh-tokoh adat lainnya.

Ketika acara dimulai sekitar pukul 14.00 WIB, ratusan orang berada di dalam Rumah Adat dan ratusan lainnya memadati halaman gedung rumah adat yang baru dibangun tersebut.

Usai laporan panitia, acara dianjutkan dengan penyampaian pesan oleh tetua adat Siulak Mukai, Murasman Depati Intan Panggar Bumi Jati.

Mantan Bupati Kerinci ini mengharapkan agar para Depati dan Ninik Mamak yang dinobatkan pada hari itu ke depannya mampu mengurus permasalahan “anak betino”, dan membina “anak buah-anak kemenakan”-nya.

Murasman menyorot masih banyaknya anak-anak muda yang terlibat kenakalan dan beragam permasalahan yang perlu ditangani oleh para depati dan ninik mamak.

Prosesi seremonial adat dimulai dengan penyampaian hajat oleh dua depati dengan bahasa adat yang indah. Selanjutnya adalah sembah “Anak Betino Tuo” sekaligus pemasangan “tuguk” atau topi berhiaskan bunga beraneka rupa.

Baca Juga:  Sambut HBA ke-62, Kejari Merangin Gelar Baksos di Pontren Modern Mahabbatein

Puncaknya adalah “penabahan gelar sko” atau pembacaan penobatan yang juga disampaikan dalam bahasa adat oleh Nasir Wadi Depati Intan Kembalo Rajo. Nasir Wadi menyinggung tanggung jawab para pemakai sko yang tidak boleh main-main.

Disebutkan, gelar sko disembahkan oleh “anak betino” untuk dipertanggungjawabkan dengan cara mengurus kembali masalah-masalah “anak betino”. Tidak ada kata tidak mau atau tidak datang bila diundang.

“Kalulah dilanggar, mako ke ateh idak bapucuk, ke bawah idak beraka, di tengah digirik kumbang,” kata Nasir Wadi. Artinya, bila melanggar amanah sko, maka hidup para pemangku sko depati dan ninik mamak akan berujung tidak baik.

Usai penobatan, tak kalah meriah adalah “belahak”, yakni berarakan dari Rumah Adat ke rumah larik masing-masing kalbu. Sepanjang arakan, jalanan di Mukai Mudik penuh sesak oleh ribuan orang.(mrj)