Kasus Pungli Prona Mazlan, Puluhan Massa Amramata Gelar Aksi Demo di Kejati Jambi

oleh

JAMBI – Puluhan massa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Anti Mafia Tanah (Amramata) menggelar aksi demonstrasi di depan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, Kamis 20 Juni 2022. Dalam aksinya,

massa Amramata meminta kejelasan kasus pungutan liar (Pungli) terhadap masyarakat yang ingin mendapatkan sertifikat tanah melalui program nasional (Prona), yang mana pungutan tersebut diduga melibatkan Ketua DPRD Kabupaten Tebo, Mazlan.

“Kami meminta kejelasan terkait kasus pungli pengurusan sertifikat Prona yang diduga dilakukan oleh saudara Mazlan, seorang wakil rakyat yang sekarang Ketua DPRD Kabupaten Tebo. Kami ingin tahu sudah sampai dimana kasus ini,” kata Azhar, orator Amramata dalam aksinya.

Azhar berharap kepada penegak hukum agar berlaku adil dan cepat dalam menyelesaikan masalah hukum, sehingga tidak memberikan kesempatan bagi pelaku untuk menghilangkan barang bukti.

“Semua penegak hukum harus memiliki integritas, harus adil dalam penegakan hukum, tanpa pandang bulu, harus cepat memproses agar tidak tertumpuk dengan permasalahan lain atau pelaporan baru, dan tidak membuat pelaku mengambil tindakan untuk menghilangkan jejak kejahatannya,” terang Azhar.

Ashar menyebut, tindakan pungli terhadap pengurusan sertifikat Prona yang digratiskan pemerintah merupakan bentuk penindasan terhadap masyarakat, dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Jokowi, yang mana pembagian sertifikat gratis adalah bagian dari program nasional yang tentunya merupakan program Presiden Jokowi.

“Untuk itu, kasus pungli yang diduga melibatkan saudara Mazlan, agar segera diproses dengan cepat sampai tuntas sesuai hukum yang berlaku, karena tindakan semena-mena ini jelas menindas rakyat kecil dan mengurangi rasa percaya rakyat kepada kepemimpinan Presiden Jokowi,” pekik Azhar tegas.

Sementara itu, Kejati Jambi melalui humas Kejati Lexi, menerima massa demonstran dan mengatakan bahwa kasus pungutan yang dilakukan oleh oknum Ketua DPRD Kabupaten Tebo, tidak pernah masuk ke Kejati Jambi.

Baca Juga:  Pj Bupati Sarolangun Henrizal Hadiri Pentas Seni Budaya Melayu Jambi

“Belum ada masuk (laporan), kalau ada pasti akan kami proses segera,” ujarnya di hadapan demonstran.

Lexi mengatakan bahwa siapapun yang ingin melaporkan terkait kasus pungutan terhadap sertifikat gratis untuk masyarakat, pihak Kejaksaan akan segera memproses.

“Silakan dilaporkan siapa yang merasa dimintai pungutan, kita akan segera meminta keterangan mereka,” pungkasnya.

Jawaban yang dilontarkan Lexi seakan mengelak, dapat diduga aparat lembaga hukum negara itu seakan “cuci tangan” dari kasus ini, karena pihak pendemo mengantongi bukti bahwa kasus dugaan pungli Prona Mazlan sudah dilaporkan dan diterima Kejati Jambi. Hal ini dapat mengundang pertanyaan curiga, ada apa dengan aparat hukum negeri ini.

Tuntutan massa aksi juga dilontarkan Ilham, meminta Kejati Jambi bergerak cepat memeriksa Mazlan.

“Kami meminta Kejati Jambi bergerak cepat memeriksa saudara Mazlan, yang diduga melakukan pungli dari pengurusan sertifikat Prona yang seharusnya gratis bagi rakyat, dan Kami meminta Kejagung Republik Indonesia melalui Kejati Jambi untuk segera memanggil saudara Mazlan, agar dapat diperiksa lebih lanjut, sehingga tidak mencoba menghilangkan barang bukti, dan tidak mengintimidasi rakyat yang diduga dimintai uang untuk dapat sertifikat tanah gratis,” pungkasnya. (*)