Kadis Pendidikan Tak Tahu Ada Temuan BPK Rp 179 Juta Terkait Meeting di Hotel CP

oleh
Kadis Pendidikan Provinsi Jambi Varial Adhi Putra.

Kadis Pendidikan Tak Tahu Ada Temuan BPK Rp 179 Juta Terkait Meeting di Hotel CP

JURNALJAMBI.CO, KOTAJAMBI –  Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Varial Adi  Putra tidak mengetahui ada temuan BPK sebesar Rp 179 juta pada tahun 2021. Kata dia, belum ada laporan mengenai temuan terkait kerja sama dengan Hotel Cahaya Prima (CP) itu.

“Belum ada yang melapor ke saya temuan BPK Rp 179 juta pada tahun 2021 itu,” ujar Varial yang ditemui di kantornya, Senin (27/6). Sambil buru-buru menuju mobil, dia meminta jurnaljambi.co mengkonfirmasi langsung bawahannya.

Menurutnya, saat kegiatan yang menjadi temuan BPK itu dilaksanakan dia belum menjadi pimpinan di Dinas  Pendidikan. Pada 2021, Plt Kepala Dinas Pendidikan dijabat oleh Bukri SP yang juga Kabid Bina SMK.

Jurnaljambi.co mencoba menemui Bukri di ruangannya, namun usaha tersebut gagal.  “Bapak keluar setelah rapat dengan kepala dinas,” terang staf honor penerima tamu di Dinas Pendidikan.

Diberitakan sebelumnya, Hotel CP mendapat alokasi pelaksanaan sembilan paket meeting Diknas dengan nilai Rp 1,3 miliar pada 2021. Ada indikasi kecurangan dalam pelaksanaan kerja sama pengadaan meeting fullboard itu.

“Pelaksanaan dan pembayaran kegiatan paket meeting dalam kota antara Dinas Pendidikan dengan Hotel CP tidak sesuai dengan surat perjanjian (kontrak) sebesar Rp 179.990.000,” ungkap BPK dalam LHP yang dirilis pada Mei 2022.

BPK meminta Disdik mengembalikan uang temuan tersebut ke kas daerah.  Dihubungi lewat WhatsApp sebelumnya Bukri sempat menepis tudingan adanya temuan BPK terkait meeting. Katanya, yang ada temuan itu terkait kegiatan fisik.

Ketika dikirimi data, Bukri tidak memberikan jawaban. Dengan demikian belum diketahui apakah temuan tersebut sudah dikembalikan atau belum.

Baca Juga:  Kecurangan Kerja Sama Hotel CP dengan Disdik Jadi Temuan BPK Rp 179 Juta.

Dinas Pendidikan melakukan banyak kegiatan meeting di Hotel CP karena PPTK-nya saat itu adalah keluarga pemilik hotel tersebut. Hal itu diakui oleh Kabid Bina SMA Misrinadi kepada jurnaljambi.co.(tim/sa)