Bank Jambi Semakin Memantapkan Diri, Akhir 2021 Laporan Keuangan Bank jambi Raup labah Mengesankan

oleh

JURNALJAMBI.CO, KOTAJAMBI – Pencapaian laba Bank Jambi naik signifikan, dimana laba setelah pajak akhir 2021 meningkat 13,90 persen (yoy) menjadi sebesar Rp.314,154 miliar, cukup jauh di atas rata-rata pertumbuhan laba perbankan nasional.

 

 

Sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham tahun buku 2021 tanggal 03 Februari 2022 atas pengesahan Laporan keuangan PT. Bank Pembangunan Daerah Jambi tanggal 31 Desember 2021 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.

Direktur Utama Bank Jambi Dr. H. Yunsak El Halcon. S.H. M.Si, di dampingi oleh Komisaris Utama, Dra. H.Emilia Hamzah.ME, Direktur Operasional Drs. H. Fauzi Usman, Direktur Kepatuhan H. Riza Roziani, SE, Direktur Pemasaran dan Syariah H. Khairul Khusairi, SE menjelaskan bahwa Laporan Keuangan tersebut telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang dan Ali dalam laporannya tanggal 02 Februari 2022 disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, serta kinerja keuangan dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

 

Direktur Utama Yunsak El Halcon menjelaskan dari sisi profitabilitas Bank Jambi bahwa pencapaian laba signifikan.

“Di mana laba setelah pajak akhir 2021 meningkat 13,90 persen (yoy) menjadi sebesar Rp.314,154 milyar, cukup jauh di atas rata-rata pertumbuhan laba perbankan nasional yang hanya mencapai 9,68 persen,” jelasnya.

 

“Pertumbuhan ini sebagai wujud keberhasilan Bank Jambi dalam meningkatkan CASA (dana murah) yang komposisinya mencapai 49,07 persen dari total dana dan program efisiensi biaya yang tercermin dari penurunan BOPO (perbandingan biaya operasional terhadap pendapatan operasional) menjadi sebesar 67,65 persen (yoy),” tambahnya.

 

Baca Juga:  Pendapatan PBB Masih Minim, BPPRD Sarolangun Minta Kesadaran Masyarakat Lunasi Sebelum Jatuh Tempo

Selain profitabilitas, indikator kinerja yang bisa dilihat adalah Loan to Deposit Ratio (LDR) salah satu rasio yang digunakan untuk menilai risiko likuiditas) yang merupakan rasio antara besarnya seluruh volume kredit yang disalurkan oleh bank dan jumlah penerimaan dana dari berbagai sumber.

 

“Tahun 2021 Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Jambi pecah rekor mencapai 84,68 persen, angka ini jauh di atas rata – rata LDR perbankan nasional yang hanya sebesar 78,04 persen. Capaian ini tentu saja mengambarkan kerja keras bank Jambi dalam menghimpun dana dan menyalurkan kembali ke masyarakat,” lanjutnya.

 

“Selain itu, Aset Bank Jambi secara YoY juga tumbuh signifikan, yakni sebesar 15.16 persen salah satunya ditopang oleh pertumbuhan kredit sebesar 5.67 persen, di atas rata-rata nasional yang hanya sebesar 4.17 persen. Begitupula dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga 12.93 persen (YoY) masih di atas rata-rata perbankan yang hanya berkisar 9,6 persen,” tutupnya.( red)