Borong Paket Meeting Rp 1,3 Miliar, Ada Apa Antara Hotel CP dan Diknas Provinsi Jambi  

oleh
Hotel Cahaya Prima di kawasan Mayang, Kota Jambi

JURNALJAMBI.CO, KOTAJAMBI – Hotel Cahaya Prima (CP) yang berlokasi di kawasan Mayang, Kota Jambi ternyata menjadi salah satu hotel yang banyak mendapat order paket meeting dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

Pada 2021 saja Diknas menyumbang omset Rp 1.316.100.000 kepada hotel bintang tiga tersebut.  Jumlah itu sangat fantastis mengingat hotel-hotel bintang tiga lainnya tidak mendapat paket meeting sebanyak itu dari satu instansi.

Manajemen Hotel CP diduga “bermain mata” dengan pejabat Diknas, mengingat salah satu keluarga Hotel CP adalah ASN di Diknas pada 2021. Kegiatan meeting di hotel tersebut adalah pelatihan, workshop, dan rakor.

Jurnaljambi.co mendapat data tentang banyaknya meeting di Hotel CP tersebut dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Jambi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jambi.

Nilai paket meeting bervariasi, ada yang Rp 145 juta, banyak pula sebesar Rp 172 juta per sekali meeting fullboard (meeting sehari penuh, tidak termasuk harga kamar).

Kepala Bidang SMA Diknas Provinsi Jambi Misrinadi menyebutkan, dipilihnya Hotel Cahaya Prima sebagai tempat berbagai acara oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dikarenakan PPTK-nya masih keluarga pemilik hotel tersebut.

Misrinadi mengakui banyak kegiatan Dinas Pendidikan pada 2021 mengambil tempat di Hotel Cahaya Prima.

“Tidak ada instruksi atau petunjuk untuk kita mengadakan acara di hotel manapun, namun untuk acara kegiatan pada Dinas Pendidikan memang banyak di Hotel Cahaya Prima,” kata Kabid SMA Misrinadi kepada jurnaljambi.co, Sabtu (25/6/2022)

Kenapa demikian? “Karena PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) masih punya hubungan keluarga dengan pemilik Hotel Cahaya Prima. Tentunya jika tidak menyalahi aturan, kenapa tidak bisa di sana,” terang Misrinadi yang dihubungi via telpon seluler.

Baca Juga:  Tegas, H. Mashuri Minta Sekda Diganti, Abong Fendi: Beliau Seperti Mesin Diesel

Informasi yang dihimpun jurnaljambi, PPTK pada 2021 tersebut adalah Rahmat Hidayat yang diketahui memang memiliki hubungan keluarga dengan pemilik Hotel CP. Tentu ada kepentingan dibawanya.

Jurnaljambi.co mencoba mencari perbandingan pendapatan hotel bintang tiga lainnya yang berada di kawasan strategis Kota Jambi. Seorang manajer hotel menyebutkan, rata-rata hotel bintang tiga hanya mampu mendapat omset Rp 1,5-2 miliar per tahun.

Itu pun sudah termasuk pendapatan dari kamar, restoran dan paket meeting.   Sedangkan Cahaya Prima mampu mengeruk Rp 1.316.100.000 dari meeting saja.

Jika dilihat ke dalam hotel dan fasilitas, tidak ada keistimewaan yang dimiliki Hotel Cahaya Prima. Kawasan parkirnya kecil. Fasilitas kamar dan desain kamar jauh ketinggalan dari hotel-hotel bintang tiga lainnya. Jaraknya juga jauh dari perkantoran.

Senada dengan Misrinadi, Plt Kepala Dinas Pendidikan pada 2021, Bukri SP, juga menyebut banyaknya meeting di Hotel CP karena ada kedekatan dengan PPTK-nya, Rahmat Hidayat.

Jurnaljambi.co sedang mengupayakan meminta keterangan Rahmat Hidayat, nama yang disebut Misrinadi dan Bukri sebagai keluarga pemilik Hotel Cahaya Prima dan menjadi PPTK di Disdik Provinsi Jambi pada 2021.(tim/sa)