DPRD Bisa Setuju Soal Jalan Khusus Batubara Jika Pemprov Jambi Ikuti Skema Ini

oleh

JURNALJAMBI.CO, JAMBI – Pemprov Jambi merencanakan akan bangun jalan khusus angkutan batubara dari Kotoboyo hingga Kilangan Bajubang, Kabupaten Batanghari sepanjang 32 kilometer.

 

Rencana Pemprov Jambi bangun jalan khusus angkutan batubara ini diharapkan mampu mengurai kemacetan lalul intas di jalan umum akibat mobil batubara.

 

Anggaran untuk pembangunan jalan khusus angkutan batubara itupun akan diusulkan oleh Gubernur Jambi ke DPRD Provinsi senilai Rp50 miliar di APBD perubahan tahun 2022 ini.

 

 

Menangapi hal itu anggota Komisi III DPRD Provinsi Jambi dari Fraksi Partai Gerindra Abunyani meminta Gubernur Jambi agar membuat skema dan aturan yang bisa menguntungkan Pemerintah Provinsi Jambi dari jalan khusus batubara tersebut.

 

Kata Abunyani, dirinya menyetujui jika Pemprov Jambi bangun jalan khusus batubara menggunakan APBD senilai Rp50 miliar. Namun harus ada skema yang dilakukan oleh Gubernur Jambi seperti membuat Pergub yang bisa menghasilkan PAD dari jalan khusus batubara itu.

 

“Kita usulkan Gubernur buat Pergub konsepnya mengatur setiap mobil angkutan batubara dikenakan tarif. Dari tarif itu bisa menjadi PAD kita. Jika hanya bangun jalan khusus untuk mengurai kemacetan tidak bisa tingkatkan PAD lebih baik batubaranya di setop,” tegas Abunyani.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, dirinya minta setiap satu mobil batubara harus dikenakan tarif minimal Rp50 ribu per hari, Jika dikalikan 5000 mobil Batubara beroperasi di Jambi bisa hasilkan pendapatan 250 juta setiap hari dan bisa meningkatkan PAD untuk Pemerintah Provinsi Jambi.

 

“Saya akan tolak pembangunan jalan khusus batubara jika tidak ada skema untuk tingkatkan PAD yang disiapkan oleh Pemprov Jambi. Apa gunanya bangun jalan khusus hanya dilewati segelintir perusahaan Batubara namun tidak ada kemasukan untuk Pemprov,” tutupnya (Red)