DPRD Merangin Mediasikan Kisruh Pilkades Lubuk Birah, Emak-emak: Gak Papa Make-up Ku Luntur, Asalkan Lubuk Birah Tidak Hancur

oleh

JURNALJAMBI.CO, MERANGIN – Seratusan warga Desa Lubuk Birah Kecamatan Muara Siau Kabupaten Merangin, Jambi menggelar aksi demo di Gedung DPRD, Jum’at (03/06/2022).

Massa yang banyak diantaranya merupakan ibu rumah tangga atau akrab disebut emak-emak itu memprotes keputusan hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang memenangkan calon nomor urut 01 Akyakudin.

Diketahui, di Desa Lubuk Birah terdapat dua calon yang maju dalam Pilkades yakni nomor urut 01 Akyakudin dan nomor urut 02 Alwi. Dalam pemilihan yang  hanya ada satu (1) TPS itu, kedua calon sama-sama mendapatkan 178 suara.

Pada akhirnya, Panitia Pemilihan Kecamatan memenangkan Akyakudin karena jumlah penduduk dilingkungan (RT) Akyakudin lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk dilingkungan (RT) Alwi. Warga kemudian protes dan menganggap bahwa aturan tersebut tidak ada dalam Perbup.

Emak-emak pun beraksi dengan membentangkan karton dengan tulisan-tulisan nyeleneh seperti “Gak Papa Make-Up Ku Luntur, Asalkan Lubuk Birah Tidak Hancur…”

Tidak hanya mempertanyakan hasil Pilkades, Zuhmeda yang turun sebagai orator di depan Gedung DPRD Merangin juga mempermasalahkan soal adanya dugaan kecurangan yang dilakukan di TPS. Menurutnya, ada warga yang mengambil kertas suara orang lain dan mencoblos nomor urut satu (1) dan kemudian dimasukkan kedalam kotak suara.

Anggota DPRD Merangin, Syafrion yang menemui massa meminta agar massa tidak anarkis dan bersikap tenang. Syafrion kemudian mengajak seluruh warga masuk keruang Banggar untuk melakukan audiensi dengan DPMD Merangin dan Bagian Hukum Setda Merangin.

Audiensi dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Merangin Herman Effendi bersama dua Anggota DPR dari Dapil IV, Syafrion dan Hasren. Setelah mendengarkan keterangan Massa, Syafrion menyimpulkan telah terjadi perampasan hak suara oleh oknum masyarakat dan telah terjadi pembiaran oleh Panitia Pemilihan. Ia pun meminta kejadian ini diusut tuntas demi terciptanya rasa keadilan.

Baca Juga:  Jum'at Barokah, Camat Sarolangun Bustra Desman Hadiri Pengantar Tugas dan Pisah Sambut Kades dan Pj Kades Panti

Kepala Dinas DPMD, Andre Fransusman menjelaskan bahwa penyelesaian konflik Pilkades Desa Lubuk Birah sejatinya akan disidangkan pada Hari Senin (06/06/2022) mendatang. Namun, karena warga sudah terlanjur melakukan aksi damai, maka Ia pun tetap menjelaskan perihal keputusan dimenangkannya Akyakudin sebagai Cakades terpilih.

“Berdasarkan Pasal 76 ayat tiga 93) Perbup Nomor 60 tahun 2022 yang berbunyi dalam hal jumlah calon terpilih yang mempunyai suara terbanyak lebih dari satu calon pada desa yang hanya satu TPS, maka calon terpilih ditetapkan berdasarkan wilayah tempat tinggal dengan jumlah suara terbanyak. Maka saya tanya, disitu ada RW, katanya tidak dan hanya ada RT, maka setelah dicocokkan dengan data yang ada, ternyata jumlah mata pilih di RT tempat tinggal calon nomor urut 01 (Akyakudin) lebih banyak dengan jumlah penduduk di RT calon nomor urut 02 (Alwi). Maka ditetapkanlah Akyakudin sebagai calon terpilih,” terang Andre.

Menanggapi soal dugaan kecurangan yang terjadi di TPS, Andre pun meminta agar pihak penggugat melengkapi alat bukti.

“Dugaan kecurangan itu nanti akan kita sidangkan pada hari Senin besok (06/06/2022). Silahkan kepada pihak penggugat untuk melengkapi alat bukti,” pintanya.

Menutup Audiensi, Ketua DPRD Kabupaten Merangin, Herman Effendi meminta agar massa melengkapi bukti-bukti dugaan kecurangan.

“Kami tidak bisa memutuskan hasil Pilkades, tapi kami bisa memfasilitasi aspirasi dari masyarakat. Oleh sebab itu, untuk membuktikan adanya dugaan kecurangan, silahkan untuk dilengkapi semua bukti,”pungkasnya. (*)