Kejar Target Rekam KTP-e, Pemprov Jambi Gelar Lomba Desa & Kelurahan Tertib Adminduk

oleh

JURNALJAMBI.CO, JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi berupaya meningkatkan capaian rekam cetak KTP elektronik melalui lomba desa dan kelurahan tertib administrasi kependudukan.

 

“Salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jambi meningkatkan capaian rekam cetak Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik melalui Dinas Sosial Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jambi dengan inovasi lomba desa dan kelurahan tertib adminduk,” kata Wakil Gubernur Jambi Abdulllah Sani di Jambi, Senin (30/5).

 

Provinsi Jambi memiliki luas wilayah sebesar 50.058 kilometer persegi dengan jumlah penduduk pada semester II tahun 2021 sebanyak 3.603.439 jiwa yang tersebar di sebelas kabupaten dan kota.

 

Dan jumlah penduduk wajib KTP di Jambi sebanyak 2.598.419 jiwa. Sampai dengan April 2022 jumlah wajib KTP yang sudah melakukan perekaman KTP sebanyak 2.505.354 jiwa atau sekitar 96,41 persen.

 

Dengan demikian masih terdapat 93.065 jiwa atau sekitar 3,59 persen penduduk wajib KTP yang belum melakukan perekaman KTP elektronik.

 

Abdullah Sani menjelaskan lomba desa dan kelurahan tertib adminduk tersebut dilaksanakan karena data kependudukan merupakan informasi yang sangat berharga, yang juga diperlukan untuk survival of economy atau keberlangsungan hidup perekonomian. Seperti pemberian bantuan bagi masyarakat yang harus tepat sasaran, dimana data penerima bantuan dapat direkonsiliasi dengan database dukcapil.

 

“Harus kita sadari bahwa jumlah penduduk dengan komposisi kelompok usia produktif yang relatif besar, berimplikasi pada ketersediaan lapangan kerja, fasilitas pendidikan, kesehatan, pangan, dan energi yang memadai, serta berpotensi terjadinya degradasi lingkungan,” kata Abdullah Sani.

 

Untuk mengatasi permasalahan degradasi lingkungan tersebut Pemerintah Provinsi Jambi selain memberi kepastian terhadap pemenuhan hak-hak administratif penduduk melalui penataan, penertiban, dan penerbitan dokumen kependudukan. Selain itu juga melakukan penanganan masalah dampak sosial yang berpengaruh terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) usia produktif, yang menjadi salah satu prioritas pembangunan.

Baca Juga:  Pemimpin Tertinggi Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Baraja Ditangkap Polisi di Lampung

 

Dimana pertambahan penduduk yang tidak terkendali juga akan berdampak negatif pada penurunan kualitas SDM, jika tidak diikuti dengan peningkatan produktivitas dan pendapatan masyarakat. (red)