Program Subling CE-Hilal Diganti dengan Subuh Berjamaah dan Safari Jum’at

oleh

JURNALJAMBI.CO, SAROLANGUN – Program shalat subuh keliling (Subling) Pemkab Sarolangun yang merupakan program unggulan semasa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Cek Endra (CE) dan Hillalatil Badri (CE-Hilal) sudah berjalan sukses selama lima tahun.

Kabar terkini, program bidang keagamaan yang mengajak pejabat, ASN Pemkab Sarolangun dan masyarakat Sarolangun shalat berjamaah di masjid itu diganti dengan program Subuh dan Safari Jum’at.

Sebagaimana diketahui, Program Subling yang merupakan program keagamaan yang tanpa menggunakan anggaran APBD Sarolangun ini telah berjalan secara istiqomah dan konsisten, hingga Subling yang ke 373 di Masjid As-Sulthon Sarolangun, Kamis 19 Mei 2022,

Dari keterangan yang dihimpun media ini, karena pergantian nama Subling menjadi Subuh Berjamaah dan Safari Jum’at dengan waktu dan pola pelaksanaan program yang berbeda, dapat berarti Subling CE-Hilal distop.

Mendengar kabar ini, mantan Bupati Sarolangun Cek Endra yang telah 16 tahun memimpin Kabupaten Sarolangun mengungkapkan kesedihannya kepada wartawan media ini, bila Subling distop. Ia mengatakan ini adalah informasi yang menyedihkan.

“Informasi yang menyedihkan subling distop,” kata Cek Endra, sedih.

Terkait hal ini, Fuadi, Kabag Kesra Setda Sarolangun menjelaskan bahwa Subling bukan distop. Ia mengatakan bahwa Program Subling hanya dirubah harinya saja, diganti menjadi subuh Jumat atau subuh sujud sajadah dan ditambah dengan kegiatan safari Jum’at.

“TIDAK benar Subling distop, hanya dirubah harinya saja, menjadi subuh Jumat atau subuh sujud sajadah. Dan ditambah dengan kegiatan safari Jum’at,” terang Fuadi kepada wartawan media ini.

Fuadi menyebut, kegiatan Subuh Jum’at berjamaah dengan sujud sajadah ditambah dengan kegiatan safari Jum’at tersebut Insyaa Allah dimulai pada bulan Juni, menurutnya, sebagai bawahan harus dan wajib mendukung apa yang menjadi kehijakan atasan.

Baca Juga:  Dibahas Malam Hari, Nasib Sekda Merangin Diujung Tanduk...

“Setiap pemimpin kita punya kebijakan dan cara masing-masing dalam kepemimpinannya. Selaku bawahannya harus dan wajib kita dukung apa yang menjadi kebijakannya,’ tutup Kabag Kesra Fuadi. (*)

 

Penulis : Abah Agus