Dewan Merangin dan Kodim Sarko Adu Jotos, Laga Eksibisi Futsal Mendadak Dihentikan

oleh

JURNALJAMBI.CO, MERANGIN – Laga eksibisi futsal antara DPRD Merangin dan Kodim 0420 Sarko yang disaksikan oleh seratusan penonton berakhir ricuh, Rabu (25/05/2022) sekitar pukul 21.30 wib.

Pertandingan persahabatan yang sejatinya menjadi pembuka turnamen futsal Abong Fendi Cup di lapangan KJM FUtsal kawasan Sungai Ulak justru diwarnai insiden adu jotos antara Anggota DPRD Merangin bernama Hasren dan Anggota Kodim 0420 Sarko, Pratu Apriandi.

Keributan terjadi ketika pertandingan memasuki babak kedua. Tim DPRD Merangin yang diperkuat oleh Ketua DPRD Merangin Herman Efendi, Waka I Zaidan Ismail, Waka II Ahmad Kaushari, dan beberapa anggota DPRD lainnya yakni Hasren Purja Sakti, Asy Syahrul, Taufik, Helmi dan beberapa staff DPRD lainnya tertinggal 4-1 mulai bermain bertahan. Satu-satunya gol DPRD Merangin dicetak oleh Asy Syahrul.

Hasren yang bertugas sebagai benteng pertahanan harus mengerahkan semua kemampuan agar tak kebobolan. Beberapa kali, Hasren terlihat melakukan tekel kepada tim Kodim 0420 Sarko. Namun, pada pertengahan babak kedua, Hasren terpaksa melakukan tekel keras hingga menyebabkan Pratu Apriandi terjatuh.

Tak terima dengan tekel itu, Pratu Apriandi kemudian mendorong Hasren hingga nyaris terjatuh. Hasren yang juga tak terima atas tindakan Pratu Apriandi lantas membalas dan terlibat adu jotos. Anggota DPRD lain yang ada didalam lapangan mencoba melerai dan sempat terjadi aksi kejar-kejaran.

Lampu lapangan dipadamkan. Seluruh tim DPRD Merangin dan Kodim 0420 Sarko berhamburan masuk kelapangan dan saling bertegang urat saraf. Seratusan penonton yang mayoritas pemain futsal dari berbagai tim tampak berdiri dari bangku penonton dan hanya menyaksikan keributan yang terjadi.

Provost Kodim Sarko Muhmammad Ali dan sejumlah anggota Polres Merangin langsung masuk kedalam untuk mengamankan keadaan. Sementara, Pratu Apriandi dibawa keluar lapangan dan Hasren diamankan oleh anggota dewan lainnya didalam lapangan.

Baca Juga:  Zaidan Berang, Pemeliharaan Titik Tertentu Rp 2,3 M Tak Tepat Sasaran: Jangan Jebak Bupati

Dalam kericuhan, Wakil Ketua II Zaidan Ismail meminta agar Pratu Apriandi dibawa kembali ke lapangan. Namun, ketika Pratu Apriandi masuk kelapangan, aksi saling dorong kembali terjadi.

Melihat kejadian tersebut, Ketua DPRD Merangin Herman Efendi tampak syok berat. Ia diam termangu, tubuhnya bergetar, sorot matanya tajam dan tangannya tampak terkepal menahan emosi.

Istri Abong Fendi, Kisul Ksp yang ternyata sedang menayangkan pertandingan secara langsung di akun Facebooknya juga terlihat syok dan segera mematikan kameranya.

“Siapa yang bikin ribut, siapa? Ayo bawa kesini,” pinta pria yang akrab disapa Abong Fendi itu.

Dalam kondisi ricuh ditambah lampu yang padam dan hanya ada penerangan dari lampu diluar lapangan, tiba-tiba, beberapa staff DPRD Merangin masuk kelapangan membawa kue ulang tahun berangka 45. Lampu seketika kembali terang dan para anggota Kodim pun menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Abong Fendi.

Sementara itu, para anggota DPRD Merangin yang belum menyadari bahwa keributan itu adalah setingan masih terkejut dan syok. Sebagai anggota wakil rakyat yang sepatutnya menjadi tauladan bagi masyarakat, ada rasa malu atas keributan yang terjadi. Namun nyatanya, keributan itu adalah prank atau setingan yang sudah direncanakan oleh Pasi Ops Kodim 0420 Sarko, Kapten Ryacudu.

Menyadari keributan itu hanya setingan, seluruh tim, baik DPRD Merangin maupun Kodim 0420 Sarko hingga para penonton pun tertawa melepas cemas. Semua yang hadir turut menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Abong Fendi diiringi pemotongan kue yang penuh keceriaan.

“Rencana ini sudah kami persiapkan sejak 3 hari yang lalu. Selayaknya prank yang biasa dilakukan oleh Anggota TNI, kejutan yang diberikan sengaja dikasih keras. Tapi, Kami meminta kerasnya jangan keterlaluan dan Prank ini berhasil,” ujar Kapten Ryacudu.

Baca Juga:  Program Subling CE-Hilal Diganti dengan Subuh dan Safari Jum'at

Menanggapi hal itu, Abong Fendi tertawa sembari menghela nafas panjang mengaku tak menyangka ada kejutan yang menantinya di laga eksibisi melawan Kodim 0420 Sarko.

“Haduh, jantung saya berdebar-debar. Keras…. Benar-benar dikasih keras. Saya masih syok dan bingung. Ini hanya laga eksibisi, kenapa harus ribut.  Apalagi lawannya TNI dan dilihat oleh banyak penonton. Banyak pula handphone yang merekam. Saya khawatir, marwah DPR dan Kodim rusak karena ini. Ternyata ini hanya prank,” ungkapnya dengan nada lega.

“Ini saya sedang live lo di facebook. Saya langsung matikan, ternyata hanya prank,” ungkap Kisul Ksp sembari mengungkapkan bahwa ulang tahun Abong Fendi jatuh pada tanggal 15 Mei yang lalu. (*)