Waka DPRD Merangin Berang, Pemeliharaan Titik Tertentu Rp 2,3 M Tak Tepat Sasaran: Jangan Jebak Bupati

oleh

JURNALJAMBI.CO, MERANGIN – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Merangin, Zaidan Ismail dibuat berang kala hearing Lintas Komisi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Pasalnya, dalam hearing yang digelar pada Selasa (24/05/2022) di gedung DPRD diketahui ada dana swakelola sebesar Rp. 2,3 milyar untuk pemeliharaan jalan dan jembatan pada titik-titik tertentu tidak tepat sasaran.

Dari 18 titik, pembahasan mendadak dihentikan ketika baru sampai di tiga (3) titik. Ketiga titik itu diantaranya pemeliharaan jalan Tanjung Rejo – Lubuk Bumbun Kecamatan Margo Tabir, Jalan Pulau Rengas dan jalan Masjid Baitul Makmur.

Menurut Zaidan, jalan Tanjung Rejo-Lubuk Bumbun yang telah dikerjakan 100 persen itu link jalannya kurang tepat. Akan lebih tepat jika link jalannya Desa Sumber Agung – Lubuk Bumbun.

Hal serupa juga terjadi pada pemeliharaan jalan Pulau Rengas yang juga telah dikerjakan 100 persen. Ketika Zaidan mempertanyakan titik mana yang diperbaiki, pihak Dinas PUPR tak mampu menjawab dan mengaku tidak menguasai. Zaidan pun sontak berang.

“Bagaimana mungkin tidak menguasai. Pekerjaan sudah 100 persen. Itu yang Tanjung Rejo – Lubuk Bumbun link jalannya tidak tepat. Akan lebih tepat jika ruas jalannya Desa Sumber Agung – Lubuk Bumbun,” ujar Zaidan.

Saat membahas titik jalan Masjid Baitul Makmur, Zaidan kembali dibuat kecewa. Pasalnya, rencana jalan yang akan dikerjakan yakni jalan dibelakang masjid Baitul Makmur menuju jalan perjuangan arah talangkawo bukanlah jalan yang ramai dilalui warga.

“Itu juga kurang tepat jika masuk pemeliharaan titik tertentu. Sebab, yang menjadi prioritas itu jalan yang banyak dilalui masyarakat. Artinya lebih ke asas manfaatnya. Jalan itu nanti bisa saja kita anggarkan di APBD, jangan swakelola,” sebut Zaidan yang kemudian menunda pembahasan.

Baca Juga:  HEBOH! Foto Anies Pakai Rompi ACT, Warganet: Act: Anies Cepat Turun

Dari 18 titik tertentu, pemeliharaan jalan Simpang Kodim – Talang Kawo dianggarkan Rp 150 juta dan telah terealisasi 30 persen.

“Aduh, jalan itukan bermasalah, gerbangnya saja sudah diportal. Gedung disana juga tidak dipakai. Kenapa yang diperbaiki itu bukan jalan Batang Masumai, Tabir Barat, Tabir Timur, Pamenang dalan jalan lainnya yang menjadi ruas jalan utama. Tolong ya, anda selaku teknis jangan jebak Bupati. Benar SK nya dari Bupati, tapi anda yang menentukan dilapangan. Kita tunda pembahasan ini dan tunda juga pekerjaannya,” pungkas Zaidan. (*)