Kibarkan Bendera Pelangi, Kedubes Inggris Terang-terangan Dukung LGBT, Miliki Kekebalan Diplomatik!

oleh

JURNALJAMBI.CO, JAKARTA – Kantor Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia yang ada di Jakarta mengibarkan bendera pelangi simbol lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Sejumlah fakta terkait pengibaran bendera LGBT ini terungkap.

Kedubes Inggris sendiri sudah menjelaskan alasan mengapa mengibarkan bendera LGBT. Kedubes Inggris juga dengan terang-terangan menyatakan dukungannya kepada kelompok LGBT.

 

Dirangkum, Sabtu (21/5/2022) berikut ini fakta-fakta seputar Kedubes Inggris yang kibarkan bendera LGBT.

 

Dipasang sejak dua hari lalu

Unggahan akun Kedutaan Inggris itu dipasang dua hari lalu, termasuk foto bendera LGBT di samping bendera Inggris Union Jack. Kedutaan Inggris menjelaskan bahwa sejarah LGBT sudah sama panjangnya dengan sejarah umat manusia.

 

Seksualitas adalah bagian dari kemanusiaan, namun masih ada kriminalisasi terhadap LGBT. Sebanyak 71 negara mengkriminalisasi aktivitas sesama jenis kelamin, 15 negara mengkriminalisasi ekspresi gender dan atau ‘cross-dressing’, dan 26 negara mengkriminalisasi orang-orang transgender.

 

“Keadaan itu harus berubah. Kita harus bekerja sama untuk membuat kemajuan. Kita bersama-sama menyatukan masyarakat dan pemerintah,” demikian kata Kedubes Inggris di akun resmi Instagramnya, @ukindonesia, diakses detikcom pada Sabtu (21/5/2022).”

 

Inggris dukung LGBT

Sikap pemerintah Inggris jelas, mendukung LGBT. Mereka mendesak masyarakat internasional untuk menghapus diskriminasi berdasarkan orientasi seksual dan identitas gender. Inggris mendukung keberagaman dan toleransi.

 

“Kami mendesak negara-negara untuk mendekriminalisasi hubungan seks sejenis yang konsensual, dan untuk memperkenalkan undang-undang yang melindungi orang-orang LGBT+ dari segala bentuk diskriminasi,” kata Kedutaan Inggris.

 

Ingin pahami konteks lokal

Kedubes Inggris bermaksud ingin mendengar suara yang beragam terkait isu LGBT, termasuk ingin memahami konteks lokal.

 

“Kami ingin mendengar suara-suara yang beragam. Kami ingin memahami konteks lokal,” kata Kedubes Inggris.

 

Untuk peringati hari anti-homofobia

Bendera itu dikibarkan saat momen hari anti-homofobia. Kedubes Inggris menegaskan bahwa semua merupakan bagian dari keluarga manusia.

 

“Kemarin, pada Hari Internasional Melawan Homofobia, Bifobia, dan Transfobia (IDAHOBIT) – kami mengibarkan bendera LGBT+ dan menggelar acara, demi kita semua yang merupakan bagian dari satu keluarga manusia,” demikian keterangan Kedubes Inggris.

 

Hari anti-homofobia diperingati dunia setiap 17 Mei. Dilansir situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lembaga ini telah menghapus homoseksualitas dari klasifikasi internasional tentang penyakit pada 17 Mei 1990. Momentum 17 Mei itu kemudian diperingati dunia sebagai Hari Internasional Melawan Homofobia, Transfobia, dan Bifobia.

 

Kekebalan diplomatik

Sebagaimana kantor kedutaan besar negara lainnya, kantor Kedutaan Besar Inggris di Indonesia juga dilindungi kekebalan diplomatik.

 

Wilayah kedubes itu punya kekebalan diplomatik, yakni pembebasan terhadap tuntutan hukum atau kewajiban tertentu dari negara penerima. Hal ini dijamin oleh Konvensi Wina mengenai Hubungan Diplomatik Beserta Protokol Opsionalnya tahun 1961.

 

Indonesia meratifikasi Konvensi Wina 1961 itu dan menjadikannya undang-undang pada 25 April 1982 dan diteken oleh Menteri Sekretaris Negara Sudharmono, disahkan pada 25 Januari 1982 ditandatangani Presiden Soeharto.

 

Dalam Konvensi Wina, April 1961, yang diratifikasi Indonesia itu, dijelaskan bahwa gedung kedutaan disebut sebagai ‘tempat misi’, meliputi pula lahan di sekitar lokasi serta tempat tinggal kepala misi diplomatik, terlepas dari siapa pun pemiliknya.

 

Bendera LGBT sudah tidak ada lagidetikcom mengunjungi lokasi Kedubes Inggris di Jl Patra Kuningan Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (21/5/2022) siang.

Empat sekuriti berseragam cokelat berjaga di lokasi. Mereka menghalangi pemotretan bendera di wilayah berkekebalan diplomatik itu. Wartawan detikcom dipersilakan menjauh. (red)

 

Sumber: detiknews