Diduga Gunakan Ijazah Palsu, Cakades Terpilih Desa Nalo Gedang Dilaporkan

oleh

JURNALJAMBI.CO, MERANGIN – Diduga menggunakan Ijazah Paket C Palsu, Calon Kepala Desa terpilih Desa Nalo Gedang Kecamatan Nalo Tantan Nomor urut 02 (dua), Said dilaporkan oleh Calon Nomor urut 01 (satu) Zulhadi.

Pasalnya, dalam dokumen persyaratan Pencalonan Kepala Desa, Said yang lahir pada tahun 1981 itu mencantumkan sebuah Ijazah Pendidikan Kesetaraan Program paket C (Setara SMA) jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di PKBM Amanah. Ijazah itu dikeluarkan pada tanggal 05 Mei 2021 dan ditandatangani oleh Ketua PKBM Amanah, M. Yatin.

Namun, dalam penelusuran, Ijazah Paket C milik Said tidak terdaftar pada Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN). NPSN yang tertera pada Ijazah Paket C milik Said tidak sesuai dengan NPSN Yayasan PKBM Amanah yang mengeluarkan Ijazah tersebut.

Tak hanya NPSN, Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang tertera pada Ijazah Paket C milik Said juga ditengarai tidak terdata di data NISN Kemendikbud. Dilain sisi, pada daftar nilai Ijazah Paket C milik Said juga tidak tercantum kode Barcode.

Atas dugaan tersebut, Said pun dilaporkan oleh Calon Kepala Desa Nalo Gedang Nomor Urut 01, Zulhadi melalui surat gugatan ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Nalo Gedang pada Selasa (17/05/2022). Surat gugatan itu kemudian ditembuskan kepada Bupati Merangin, Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten, Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan Nalo Gedang dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa Nalo Gedang.

Ketika dikonfirmasi, Zulhadi mengaku tidak hanya melaporkan Said dalam dugaan penggunaan Ijazah Palsu. Zulhadi juga mengantongi bukti-bukti dugaan kecurangan yang dilakukan oleh Said dalam bentuk money politik.

“Ada 2 (dua) point gugatan yang kami sampaikan kepada PPS Pemilihan Kepala Desa Nalo Gedang. Point pertama tentang dugaan penggunaan Ijazah Paket C Palsu dan point kedua tentang dugaan money politik,” ujar Zulhadi.

Baca Juga:  Masyarakat Sampaikan Aspirasi, Eh Dijamu Makan Siang...

“Dari kedua point gugatan itu, Kami juga mencantumkan bukti-bukti yang menguatkan gugatan. Pada point pertama tentang dugaan Ijazah Paket C Palsu, Kami mencantumkan bukti-bukti penelusuran dan pada point kedua, Kami juga mencantumkan bukti-bukti berupa surat pernyataan dan video dari beberapa orang yang terlibat dalam kegiatan money politik yang dilakukan oleh Calon Nomor Urut 1 (Said),” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua PPS Pemilihan Kepala Desa Nalo Gedang, Busri belum berhasil dikonfirmasi. (*)