,

Bupati Cek Endra dan Wabup Hillal Dilepas secara Adat Melayu Jambi, Wabup Hillal Dianugerahi Gelar Datuk Adi Pati Setio Negeri

oleh

JURNALJAMBI.CO, SAROLANGUN _  Kepemimpinan Bupati Cek Endra dan  Hillalatil Badri (Hilal) sebagai Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Sarolangun dilepas secara adat melayu Jambi oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi Kabupaten Sarolangun, Rabu (18/5) di rumah dinas Bupati Sarolangun. Pada acara ini juga dilangsungkan Penganugerahan Gelar Adat kepada Wabup Hillalatil Badri.

Sebagaimana diketahui, Pasangan Bupati Cek Endra dan Wabup Hillal dilantik oleh Gubernur Jambi, H Zumi Zola pada Senin 22 Mei 2017 di Rumah dinas Gubernur Jambi, jabatan Bupati  Cek Endra dan Wabup Hillalatil Badri akan berakhir pada Minggu 22 Mei 2022.

Perhelatan acara adat ini dibuka oleh pengurus LAM Jambi Kabupaten Sarolangun Datuk Herman. Hadir dalam acara ini Wakil Gubernur Jambi Datuk Abdullah Sani mewakili Gubernur Janbi Alharis, Ketua LAM Provinsi Jambi diwakili Datuk Mahfudz Ranggo Mas Setio Guno, Datuk Temenggung Setio Negeri Cek Endra, Datuk Hillalatil Badri, Sekda Endang Abdul Naser,, Dating Rosita Endra dan Dating Lili Suryani Hilal, Sedangkan DPRD Sarolangun dihadiri oleh Ketua DPRD Tontawi Jauhari.

Tutut hadir Kapolres Sarolangun, Dandim Sarko, Buya KH. Syatar Saleh, Kajari Sarolangun, pimpinan pondok pesantren, ketua MUI Maryadi Syarif, ,Pejabat dan Kepala OPD jajaran Pemkab Sarolangun,  Ninik mamak dan Tokoh Masyarakat serta undangan lainnya  dari kabupaten tetangga dan Kota Jambi. Pejabat dan para undangan yang hadir terlihat’khidmad mengikuti perhelatan adat ini ini dengan memakai busana adat melayu Jambi.

Penganugerahan gelar kepada Datuk Hillalatil Badri adalah atas pengabdiannya sebagai wakil Bupati Sarolangun periode 2017-2022 yang  dianugerahkan oleh LAM Jambi Kabupaten Sarolangun Sepucuk Adat Serumpun Pseko dengan gelar ‘Datuk Adi Pati Setio Negeri’.

Baca Juga:  Ikut Turun Basilek, Abong Fendi: Silek Panyudon Warisan Budaya Leluhur

Penyisipan keris kepada Datuk Adi Pati Setio Negeri Hillalatil Badri dilakukan oleh Bupati Sarolangun Cek Endra, yang telah dinobatkan dengan gelar Datuk Temenggung Setio Negeri pada periode kepemimpinan sebelumnya. Dan pengalungan emas kepada Datuk Hilal dilakukan oleh Wagub Jambi Datuk Abdullah Sani.

Pada prosesi penganugerahan gelar adat ini , Ketua LAM Kabupaten Sarolangun Datuk Helmi mengatakan LAM Jambi Kabupaten Sarolangun menilai layak penganugerahan gelar Datuk Adi Pati Setio Negeri atas oengabdian Wabub Hilal mendampingi Bupati Cek Endra selama lima tahun.

Senada dengan Datuk Helmi, atas pengabdian Bupati Cek Endra dan Wabup Hilla, Wakil Ketua LAM Jambi Datuk Mahfudz Ranggo Mas Setio Guno mendoakan semoga pengabdian Bupati Cek Endra dan Wabup Hillal menjadi ladang amal dan dibalas Yang Maha Kuasa dengan balasan kebaikan berlipat ganda

“Semoga pengabdian Bupati Cek Endra dan Wabup Hillalatil Badri dalam membangun dan memajukan Kabupaten Sarolangun menjadi ladang amal dan dibalas Allah Subhanahu Wataala dengan kebaikan yang berlipat ganda,” kata Datuk Mahfudz.

“Selamat kepada Wabup Hillalatil Badri mendapat gelar Adi Pati Setio Negeri, mufah-mudahan kuat menyandang gelar adat Adi Pati Setio Negeri. Selamat telah nengabdi dalam membangun dan memajukan Sarolangun,
Selamat dan sukses kepada Ketua TP PKK Rosita Endra dan Wakil TP PKK Lili Suryani Hilal yang telah membina dan memajukan PKK Sarolangun,” ucapnya.

Pada rangkaian acara ini, Ketua DPRD Sarolangun Tontawi Jauhari, yang pada acara ini ikut dipanggil Datuk, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Cek Endra yang telah  memimpin Sarolangun separoh periode Presiden’RI Soeharto, yaitu selama 16 tahun. Datuk Tontawi Jauhari menyebut, selama kepemimpinan Bupati Cek Endra, sejak mendampingi Bupati Hasan Basri Agus, Sarolangun hingga periode bersama Wabup Hillal mengalami kemajuan yang luar biasa.

Baca Juga:  Masyarakat Sampaikan Aspirasi, Eh Dijamu Makan Siang...

“Pada sebelum kepemimpinan Pak Cek Endra dan HBA, Sarolangun masih daerah tertinggal, sekarang sudah sangat maju,” kata Datuk Tontawi Jauhari dan tak lupa menyebut beberapa  keberhasilan program pembangunan Bupati Cek Endra.

Bupati Cek Endra yang telah menyandang gelar adat Datuk Penghulu Setio Negeri terlihat’begitu beebahagia dengan pelepasan dirinya secara adat melayu Jambi, setelah 16 tahun memimpin Kabupaten Sarolangun. Pada kesempatan ini Datuk Cek Endra menghaturkan terimakasihnya kepada semua pihak yang hadir,dan secara umum kepada masyarakat Kabupaten Sarolangun. Datuk Cek Endra berharap walaupun nantinya  tidak lagi kepala daerah, Ia dan masyarakat Sarolangun tetap satu, dengan silaturahmi yang terus terjaga.

“Terimakasih kepada DPRD Sarolangun, selama saya 16 tahun memimpin Sarolangun tidak pernah terlambat pengesahan APBD dan selama itu pula seluruh kepala sekolah, seluruh Kades terhubung secara baik dengan Bupati

Pada akhir rangkaian acara, Bupati Cek Endra menerima penghargaan dari Baznas Sarolangun yang diserahkan Ketua Baznas Ahmad Zaidan. Penghargaan ini diberikan atas jasa Bupati Cek Endra yang telah membesarkan Baznas Kabupaten Sarolangun, dari saldo awal Rp. 26 juta, dan sukses dengan saldo zakat Rp.4,5 Milyar per tahun.

Bupati Cek Endra menutup sambutan dan arahannya dengan pantun, ini satu diantaranya.

“Beladang salah ketiko habis padi dimakan burung, Datang tampak muko pulang tampak Punggung,” tutup Bupati Cek Endra.

Acara ditutup dengan doa yang dibacakan
Buya KH Syatar Saleh, segenap yang hadir terlihat mengaminkan doa dengan perasaan haru  (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.