Sekda Sebut Pemprov Jambi Serius Tangani Ekosistem Gambut

oleh

JURNALJAMBI.CO, JAMBI – Sekretaris Daerah Provinsi Jambi H Sudirman SH MH menyatakan, Pemerintah Provinsi Jambi serius dalam menangani Ekosistem Lahan Gambut yang ada di Provinsi Jambi.

 

Hal tersebut disampaikan Sekda Sudirman pada acara ”Bimbingan Teknis Penulisan Draft Produk Hukum Desa Untuk Perlindungan Dan Pemamfaatan Ekosistem Lahan Gambut di Tingkat Desa/komunitas” yang dihadiri secara Deputi bidang Edukasi dan Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Myrna A Safitri, bertempat di Hotel Odua Weston Jambi, Kamis (12/5/2022).

 

”Pemerintah Provinsi Jambi saat ini berupaya sangat serius dalam menjaga dan melestarikan Ekosistem Lahan Gambut yang ada Di Provinsi Jambi. Kita melihat Pemprov Jambi sudah membentuk Tim Restorasi Gambut dalam menjaga dan melindungi kawasan hidrologis gambut,” katanya.

 

Sekda Sudirman menjelaskan, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia nomor:SK.130/MENLHK/SETJEN/PKL.0/2/2017 tentang Penetapan Peta Fungsi Ekosistem Gambut Nasional.

 

Di mana, Indonesia memiliki 865 Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) dengan luas total 24,6 Juta hektar, salah satunya berada di Provinsi Jambi yakni seluas 617.562 Hektar, yang tersebar dibeberapa kabupaten yaitu Kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat dan Sarolangun.

 

Sudirman mengatakan, Pemerintah Provinsi Jambi dalam menjaga dan melindungi kawasan hidrologis gambut telah membentuk Tim Restorasi gambut dengan Surat Keputusan Gubernur Jambi dengan Surat Keputusan nomor : 148/KEP-KDK/DISHUT-TP/VII/2021 tentang Tim Restorasi Gambut (TRGD) Provinsi Jambi.

 

Di mana, dengan diterbitkannya surat keputusan tersebut akan meningkatkan peran dan fungsi organisasi perangkat daerah untuk lebih berperan aktif dalam kegiatan pelaksanaan restorasi gambut di Provinsi Jambi.

 

Sekda memaparkan kegiatan restorasi lahan gambut yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jambi bekerjasama dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove yaitu :

Baca Juga:  Alhamdulillah, Jemaah Haji Merangin Resmi Dilepas, Abong Fendi: Do'akan Merangin Lebih Mantap dan Hebat

 

a. Riwetting merupakan kegiatan pembasahan gambut (peatland rewetting) adalah salah satu cara yang dipakai untuk memulihkan lahan gambut yang kering. Pembasahan dilakukan dengan cara membangun infrastruktur seperti tabat/sekat, dam dan lain-lain pada kanal-kanal drainase terbuka sehingga tingkat kebasahan serta kelembaban lahan gambut dapat dipertahankan secara maksimal.

 

b. Revegetasi salah satu permasalahan khusus dengan lahan gambut terdegradasi adalah keterbatasan ketersediaan benih-benih pohon endemis yang disebabkan penghilangan atau kematian pohon induk disebabkan oleh kegiatan pembalakan dan kebakaran yang berulang-ulang. Dengan demikian pengadaan benih merupakan langkah yang sangat penting di dalam proses revegetasi lahan gambut terdegradasi. (red)