Beredar Video Dugaan Kekerasan, M. Juri: Saya Sedang Dilanda Fitnah Besar

oleh

JURNALJAMBI.CO, MERANGIN – Baru-baru ini, jagat sosial media di Kabupaten Merangin dihebohkan dengan beredarnya potongan video M. Juri disejumlah group facebook Kabupaten Merangin.

Dalam video yang diposting oleh akun Aan Saputra Cuex yang kemudian dipos ulang oleh akun Haryanto Channel News dan dibagikan ke sejumlah group facebook menunjukkan dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oleh M. Juri. Dalam narasinya, M. Juri disebut sebagai Kades “Kebal Hukum” yang telah melakukan penamparan kepada warga. Berikut hasil screen shoot postingan dimaksud:

Atas postingan tersebut, M. Juri menuturkan bahwa postingan tersebut merupakan fitnah keji yang tidak mendasar. Menurut Juri, potongan video itu diambil dihalaman Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Merangin tak lama setelah rapat kisruh penetapan calon Kepala Desa Sungai Tabir.

“Narasi video itu benar-benar fitnah. Ini sungguh fitnah besar. Faktanya, tidak seperti itu. Apalagi sampai terjadi penamparan terhadap warga,” ujar M. Juri.

Jadi kronologisnya begini, lanjut juri, waktu itu hari Jum’at (29/04/2022) Kami warga Desa Sungai Tabir melakukan rapat atau sidang atas kisruh penentapan calon Kepala  Desa Sungai Tabir di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

“Setelah rapat, Saya keluar dari Aula kantor DPMD. Diluar, ada warga Pelepat tepatnya warga Desa Belukar Panjang Kabupaten Bungo bernama Edi alias Kanduang. Saat itu, Edi berniat memukul Wakil Ketua Lembaga Adat Desa Sungai Tabir. Saya tidak tahu apa masalahnya. Karena melihat kejadian itu, Saya kejar si Edi. Saya bilang,  apa urusan kamu disini, nanti saya tampar kamu. Setelah itu, Edi dan rombongannya balik mengejar saya. Oleh pihak kepolisian, saya diamankan ke dalam mobil supaya tidak terjadi keributan yang lebih panjang. Pada saat itu, tidak ada kejadian penamparan, kalau tidak percaya, silahkan cek CCTV DPMD. Dan kalau pun ada penamparan, sudah pasti korbannya langsung melapor ke Mapolres. Sebab, kantor Polres itu tepat berada didepan DPMD. Dilokasi kejadian juga banyak kok anggota Polres,” beber Juri.

Baca Juga:  Telepon Putin, Jokowi Minta Penjelasan Soal Kondisi Ukraina

“Saya menghimbau kepada yang memposting untuk melakukan permintaan maaf. Ini adalah fitnah besar dan sangat keji. Apalagi yang memposting itu tidak berada ditempat. Saya rasa, mereka harus bertanggungjawab dengan postingan mereka. Ingat, ada istilah, jarimu adalah jerujimu…!!!,” pungkasnya.