Protes Pilkades, Massa Dua Desa Geruduk Gedung DPRD Merangin, Mat Galon: Hak Politik Saya Tidak Pernah Dicabut

oleh

JURNALJAMBI.CO, MERANGIN – Sejumlah massa dari Desa Simpang Limbur Kecamatan Pamenang Barat dan Desa Sungai Tabir Kecamatan Tabir Barat Kabupaten Merangin mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Merangin, Rabu (27/04/2022) pagi.

Kedatangan massa dua desa itu memprotes hasil penetapan Calon Kepala Desa (Cakades) dari desa masing-masing.

Massa dari Desa Simpang Limbur pendukung salah satu bakal calon Bernama Ahmad D alias Mat Galon memprotes Perbup Nomor 60 tahun 2022 tentang Juklak Pilkades yang membuat Mat Galon gugur dari bursa pencalonan.

Mat Galon yang turun langsung memberikan orasi merasa dirugikan dan menilai bahwa Perbup Nomor 60 tahun 2022 bertentangan dengan Perda Nomor 5 tahun 2016.

Ahmad D merasa diperlakukan diskriminatif oleh panitia pemilihan karena Ia dianggap tak memenuhi syarat karena berstatus mantan narapidana dalam kasus Narkotika.

“Saya sudah menebus kesalahan saya dengan hukuman 11 bulan pada tahun 2012. Sekarang sudah tahun 2022. Sudah 10 tahun saya bebas. Dalam hal ini, pengadilan tidak pernah mencabut hak politik saya. Kok di Pamenang Barat hak politik saya dicabut?,” ujar Mat Galon.

“Salah dak mantan orang jahat mau berbuat baik, macam ini yang sedih. Saya dihalangi seperti ini,” tambahnya.

Sementara itu, massa dari Desa Sungai Tabir juga memprotes hasil penetapan calon Kepala Desa setempat yang menggugurkan Kades non Aktif, M. Juri dari pencalonan tanpa ada alas an yang kuat. Menariknya, dalam pernyataan resmi, PPS tidak berani menerima berkas M. Juri karena tekanan dari BPD, LAD, KTI, Tokoh masyarakat dan tokoh agama.

“Berkas saya lengkap. Hanya saja, panitia tidak berani menerima berkas saya karena ada tekanan dari berbagai pihak. Surat pernyataannya ada. Jadi, saya merasa dizolimi dan saya menilai proses penerimaan dan penetapan calon Kepala Desa Sungai Tabir cacat hukum,” ujar M. Juri. (*)