Akhirnya, Si Raja Hutan itu Tertangkap Juga, Budi: Sepertinya Masih Ada 2 Ekor Lagi…

oleh

JURNALJAMBI.CO, MERANGIN – Warga Dusun Malipun Jaya Desa Nalo Gedang Kecamatan Nalotantan akhirnya bisa bernafas lega. Pasalnya, harimau sumatera yang telah memangsa beberapa ekor ternak warga berhasil ditangkap, Kamis (21/04/2022).

Menurut Eko Saputra, warga setempat yang dipercaya oleh BKSDA untuk mengawasi perangkap harimau menuturkan bahwa Ia baru mengetahui harimau tertangkap sekitar pukul 05.30 wib setelah shalat subuh.

“Didalam perangkap itu kan ada umpan hidup berupa satu ekor kambing. Jadi tugas saya memeriksa dan memberi makan umpan. Pagi tadi, setelah shalat subuh, pas mau memberi makan umpan, saya melihat harimau sudah masuk perangkap. Kemungkinan kena nya dini hari,” ujar Eko.

Perangkap itu lanjutnya, dipasang dikebun sawit milik warga bernama tantang di Dusun Malipun Jaya yang tak jauh dari pemukiman warga.

“Perangkapnya ya cuma satu ini. Perangkap ini berikut umpan hidup dipasang sejak tanggal 1 April kemaren pas sebelum puasa. Alhamdulillah, kerja keras kita membuahkan hasil,” tuturnya.

Hal senada diutarakan oleh Kadus Malipun Jaya, Budi Harto. Meski merasakan kelegaan, Budi mengaku masih merasakan kekhawatiran. Ia menduga, jumlah harimau yang berkeliaran diareal pemukiman warga berjumlah tiga ekor.

“Leganya ada, khawatirnya juga ada. Yang tertangkap kan baru satu ekor. Sementara, kami masih melihat ada jejak harimau dilokasi kandang kambing milik Pak Mislani. Terakhir, tiga ekor kambing diterkam. 1 ekor dibawa ke hutan, dua ekor ditinggalkan dikandang. Sepertinya, harimau itu masih datang melihat hasil buruannya kemaren yang dua ekor itu. Dan jejaknya masih ada,” sebut Budi.

“Kami berharap, pihak BKSDA tetap melakukan upaya penangkapan agar tidak ada lagi harimau yang masuk ke pemukiman warga,” harapnya.

Baca Juga:  Safari Ramadhan Direktur Pemasaran Holding Perkebunan Nusantara

 

Kepala SKW 1 BKSDA Jambi, Udin Ikhwanudin belum berhasil dikonfirmasi. Sementara, salah seorang petugas BKSDA, Iwan membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, Dusun Malipun Jaya sejak lama memang menjadi kawasan habitat harimu sumatera.

“Kami memastikan bahwa harimau yang tertangkap adalah harimau liar. Sejak dulu, Dusun Malipun Jaya itu masuk dalam areal perlintasan harimau sumatera. Ini kawasan habitat mereka. Jadi wajar jika sering terjadi konflik dengan warga,” ujar Iwan.

“Kami akan terus melakukan penangkapan agar tidak ada lagi konflik antara harimau sumatera dengan warga,” pungkasnya sembari memastikan kondisi harimau dalam kondisi sehat dan belum melakukan pengukuran. (*)