Polisi Dalami Tewasnya Dua Pekerja Tambang di PT KIM, Pengamat Sebut K3-nya Dimana?

oleh

JURNALJAMBI.CO, BUNGO – Pasca tewas dua pekerja di lokasi tambang batubara PT Kuansing Inti Makmur (KIM), Dusun Tanjungbelit, Jujuhan, Kabupaten Bungo, kini polisi mendalami persoalan ini. Patut diduga terjadinya pihak perusahaan tak menjalankan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan baik.

 

Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro menegaskan, kepolisian menyelidiki kasus ini setelah mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

 

“Kita sudah memasang police line, kemudian kita selidiki penambangan di lokasi tersebut dan penyebab kejadian,” katanya.

 

Kapolres pun menjelaskan ada indikasi kelalaian perusahaan yang tidak menerapkan K3 dengan baik. Namun Kapolres juga menjelaskan adanya hujan beberapa hari terakhir bisa menjadi pemicu.

 

Oleh karena itu, pihaknya belum bisa memastikan penyebab tewasnya dua pekerja pada Rabu pekan lalu itu dan terus memeriksa pihak-pihak terkait.

 

“Perusahaan pasti diperiksa juga karena lokasi kejadian di area perusahaan. Kita menyelidiki kasusnya. Yang memeriksa kondisi tanah bukan polisi. Ahlinya yang akan menjelaskan,” ujar Guntur.

 

Data yang diterima polisi, empat pekerja PT KIM tertimbun longsoran tambang batubara pada Rabu (9/3) lalu. Dua dari empat orang meninggal dunia di lokasi kejadian, dua lainnya mengalami luka.

 

Kapolres menerangkan, satu di antara korban yang tertimbun baru bisa dievakuasi pada hari berikutnya karena penggalian terkendala hujan. “Satu korban (meninggal dunia) ditemukan dua jam setelah tertimbun,” terangnya.

 

Kepala Teknik Tambang PT KIM Faskal Ibrahim menyebut musibah itu terjadi pada Rabu (9/3) pagi. Kata dia, longsor yang menimbun pekerja terjadi akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa (8/3) sore.

 

Pengamat hukum dan kegiatan tambang Bungo Nofry Hardi mempertanyakan penerapan K3 oleh PT KIM. “K3-nya dimana? Kepala teknik tambangnya kemana? Adakah inspektur tambang yang mengawasi? Manajemen risikonya bagaimana,” tanya Nofry.

Baca Juga:  Ini Dia Polisi Berprestasi di Bungo, Kapolres: Sukses Ungkap Kasus Pembunuhan & Vaksinasi

 

Ia mendesak dinas dan instansi terkait mengevaluasi rekrutmen tenaga kerja di wilayah pertambangan. Banyak perusahaan, menurut dia, tidak menerapkan good mining practices sesuai Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2018.

 

“Kita minta pengawasan ketat dari Kementerian ESDM terhadap prosedur eksplorasi sumber daya alam batubara di Bungo. Dinas terkait agar turun untuk cek TKP dan jika perlu lakukan investigasi terhadap kejadian yang memilukan ini,” pintanya.

 

“PT KIM diduga kurang mempedomani posedur K3 sebagaimana diatur UU Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan Tata Kelola Teknis Pertambangan,” tambah dia. (red)

 

Sumber: metrojambi.com

No More Posts Available.

No more pages to load.