Meski Dekat dengan Ganjar, Soal Wadas Seniman Yayat Lawan Kesewenangan Penguasa!

oleh

JURNALJAMBI.CO PURWOREJO – Seniman dan aktivis Yayak Yatmaka, lakukan pendampingan warga Desa Wadas penolak penambangan andesit, ternyata pernah dekat dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

 

Yayak dulunya menjadi salah satu orang yang terlibat dalam upaya pemenangan Ganjar menduduki jabatan Gubernur Jawa Tengah. Namun, dalam pusaran konflik agraria di Wadas, Bener, Purworejo, Yayak memilih jadi lawan bagi sosok orang nomor satu di Jateng itu.

 

“Aku dekat sama Ganjar, karena aku membantu dia bisa menang, aku di sekitar dia pada saat proses pemilihan. Tapi di posisi ini adalah bahwa dia menandatangani sesuatu (keluarnya IPL Wadas sebagai kawasan tambang) yang membuat wilayah ini menjadi perkara. Ini tindakan sewenang-wenang penguasa kepada rakyatnya, dan aku ada untuk bantu advokasi warga di sini,” ucap Yayak saat berbincang dengan detikJateng di salah satu rumah warga di Wadas, Sabtu (19/2/2022).

 

Di mata Yayak, Ganjar merupakan sosok baik dan santun. Namun demikian untuk persoalan Wadas, ia menegaskan jadi lawan bagi Ganjar.

 

“Kalau di sini aku enggak ngomong pribadi. Meski begitu, dia baik dan santun. Tapi ini persoalan antara Pak Ganjar sebagai penguasa dan aku bagian dari rakyat yang ditindas dan aku tidak terima,” ujarnya

 

“Oke membantu berkuasa, tapi di dalam penguasanya aku anggap dia melakukan suatu sikap yang berlawanan dan itu sewenang-wenang, pada saat sebetulnya ada alternatif dan lain-lain kok dia milih itu, ya mari kita berlawan aja,” sambungnya.

 

Alumni Fakultas Senirupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB) dan seorang aktivis yang telah aktif dalam gerakan sosial sejak tahun 1978 ini menyayangkan sikap Ganjar yang terkesan abai terhadap persoalan di Wadas. Baginya, ini merupakan ujian bagi Ganjar untuk bisa bijak dalam menentukan keputusan ke depan. Jika lolos ujian ini, Yayak meyakini Ganjar bisa menduduki jabatan yang lebih tinggi lagi.

Baca Juga:  Pelaku Penikaman di Desa Jambi Tulo Diringkus, Timah Panas Bersarang di Kaki

 

“Bagaimanapun menyayangkan. Kalau mau diomongin, ini adalah batu uji sikap kenegarawanan dia pada segala persoalan yang ada, yang ditimbulkan oleh keputusan politik oleh pejabat pemerintah. Kalau dia lolos, dia pantas menduduki jabatan apa pun di masa depan. Kalau ini bocor, maka selesai,” ucapnya.

 

Karena itu Yayak meminta agar persoalan di Wadas benar-benar diperhatikan. Tuntutan warga agar Pemda Jateng mencabut IPL pertambangan di Wadas perlu dipertimbangkan dengan matang.

 

Jika tetap melanjutkan proyek tersebut, Yayak menegaskan bahwa warga akan terus bertahan sekuat tekanan yang diberikan pemerintah.

 

“Tolong lihat ini ada alam yang sudah mendekati bayangan surga kok tiba-tiba ada keputusan menghancurkan dalam tempo paling lambat 2 tahun ke depan. Artinya ini akan hancur. Kalau mereka memaksakan kehendak itu, kita akan bertahan sekuat mereka menekan,” ucapnya.

 

Disinggung tentang ada tidaknya komunikasi langsung antara dirinya dengan Ganjar selama konflik Wadas mencuat, Yayak menegaskan bahwa tidak pernah ada semacam itu.

 

“Enggak ada. Memang nggak perlu. Untuk apa. Karena tuntutan masyarakat di sini cabut IPL lalu pindahkan ke tempat lain. Perkara pertimbangan lain itu urusan kalian. Masyarakat sini nggak ada urusan soal itu. Di sini sudah lengkap untuk menghidupi warga,” ujarnya. (red)

 

Sumber: detikjateng

No More Posts Available.

No more pages to load.