Ini Dia NFT Termahal Dunia, Terjual Harga Rp755 Miliar

oleh

JURNALJAMBI.CO, JAKARTA – Sosok Julian Assange, Pendiri WikiLeaks yang menghadapi 18 tuntutan pidana di AS itu sedang berusaha terbebas dari jeratan hukum karena dianggap melanggar Undang-Undang Spionase.

Di tengah kasus tersebut, seorang seniman kontemporer bernama Pak membuat NFT yang kini disebut termahal di platform digital.

 

NFT by Pak yang berjudul Clock atau dalam bahasa Indonesia berarti jam itu berhasil terjual seharga 15.593 ETH (52,7 juta dollar) atau sekitar Rp 755,2 miliar. Karya NFT tersebut menempatkannya sebagai NFT termahal yang pernah dijual.

 

Pekerjaan karya seni NFT oleh Pak itu untuk mendukung pendanaan atas pembelaan hukum Julian Assange. NFT itu dibeli oleh DAO, komunitas individu terdesentralisasi yang beroperasi sebagai satu entitas untuk pendiri WikiLeaks.

 

Di situs resminya, DAO mengatakan mereka bersatu untuk tujuan pembebasan Julian Assange.

 

“Kami bersatu untuk itu dan memihak kepad apara cyberpunk yang dalam kesulitan,” tulis keterangan dalam situs DAO.

 

Seniman Pak selama ini tidak pernah mengungkapkan identitasnya di komunitas NFT. Berbagai proyek misterius sukses terjual dengan harga jutaan dolar.

 

Tapi NFT Clock bukanlah karya termahal dari sang seniman. Pak pernah membuat NFT berjudul The Merge yang terjual kolektif di platform Nifty Getaway tahun lalu seharga 250.000 NFT atau sekitar Rp 1,4 triliun.

 

The Merge disebut-sebut sebagai karya seni digital paling mahal yang terjual pada saat itu. Meskipun, proyek itu terdiri lebih dari satu karya.

 

Julian Assange menghadapi 18 dakwaan terkait dengan pelepasan 500 ribu file rahasia AS. Washington ingin Assange diadili karena publikasi WikiLeaks pada 2010 tentang dokumen militer rahasia yang berkaitan dengan perang AS di Afghanistan dan Irak. Assange bisa dipenjara hingga 175 tahun di AS, meskipun hukuman pastinya sulit diperkirakan.

Baca Juga:  Tiga Pemuda Gunakan Hoodie Bobol Konter HP dan Viral di Media Sosial

 

Dia telah ditahan di penjara Belmarsh London sejak 2019, meskipun telah menjalani hukuman sebelumnya karena melanggar persyaratan jaminan dalam kasus terpisah.

 

Assange juga menghabiskan tujuh tahun di kedutaan Ekuador di London untuk menghindari dipindahkan ke Swedia. Upaya ini untuk menghindari tuduhan penyerangan seksual yang kemudian dibatalkan. (red)

 

Sumber: detik.com