Waspada Gejala Omicron Dialami Balita, Begini Ciri-cirinya

oleh

JURNALJAMBI.CO, JAKARTA – Penyebaran virus varian Omicron semakin masif, baik menginfeksi orang dewasa, lansia dan balita. Berdasarkan penelitian sebelumnya, varian Omicron ini disebutkan lebih menular, dan dikaitkan dengan penambahkan kasus-kasus baru Covid-19 yang signifikan secara global.

 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah memasukkan varian ini sebagai varian yang menjadi perhatian atau variant of concern (VoC), bersanding dengan beberapa varian sebelumnya seperti Alpha, Beta, Gamma, dan Delta.

 

Meskipun mayoritas kasus yang terjadi tidak terlalu parah, virus baru ini tidak boleh diremehkan karena tetap dapat menyebabkan kesakitan dan kematian.

 

Untuk itu, perlu kewaspadaan diri terkait dengan gejala virus ini untuk setiap kelompok usia. Berikut beberapa gejala Omicron yang harus diwaspadai.

 

Waspada gejala Omicron pada balita

 

Melansir Verywell Health, profesor pediatri di Rutgers-Robert Wood Johnson Medical School Maya Ramagopal menyampaikan, gejala varian Omicron pada anak-anak hampir menyerupai yang dialami oleh orang dewasa.

 

Gejala yang timbul relatif ringan bagi sebagian besar orang, tapi pada kasus tertentu juga dapat terjadi gejala parah, terutama orang yang belum divaksin atau pasien komorbid.

 

Beberapa gejala Omicron pada balita yang paling umum antara lain pilek, sakit kepala, demam, kelelahan, dan sakit tenggorokan.

 

Dokter anak di Pusat Kesehatan Providence Saint John Daniel S. Ganjian, MD, FAAP menjabarkan, belum terlihat banyak kasus anak-anak yang terinfeksi Omicron mengalami gejala kehilangan indera perasa dan penciuman.

 

“Yang biasa kita lihat adalah (gejala Covid Omicron) demam, batuk, dan pilek. Itulah Omicron. Terkadang kita juga melihat gejala muntah dan diare,” ujar Ganjian.

 

Anak-anak yang terinfeksi varian baru ini kemungkinan akan mengalami batuk yang terdengar keras atau croup.

Baca Juga:  Jangan Remehkan! Segera Lakukan Tes COVID-19 Jika Punya Masalah Ini

 

Menurut Ciputra Hospital, gejala tersebut mayoritas dialami anak-anak berusia di bawah 5 tahun atau balita.

 

Croup merupakan infeksi saluran pernapasan bagian atas yang memicu batuk keras. Kondisi tersebut mungkin dapat disertai demam, serak, dan sistem pernapasan yang bekerja keras sehingga terdengar berisik.

 

Keadaan ini dapat diatasi dengan pengobatan di rumah, menggunakan obat-obatan yang direkomendasikan oleh dokter. Namun apabila gejala Covid Omicron pada balita semakin memburuk, maka segera cari bantuan medis untuk penanganan lebih lanjut.

 

Secara umum gejala Omicron pada anak tidak berbeda jauh. Akan tetapi, keparahan gejala yang ditimbulkan dapat lebih parah daripada orang dewasa, karena sebagian besar anak masih terlalu muda untuk mendapatkan vaksinasi.

 

Adapun gejala-gejala Covid Omicron yang sering muncul saat anak terinfeksi virus ini meliputi

 

-Kelelahan

-Sakit kepala

-Sakit tenfforokan

-Pilek dan bersin-bersin

-Demam

-Batuk

 

Selain itu, terdapat beberapa gejala ringan yang mungkin menyertai infeksi Covid-19 pada anak seperti mual dan diare. Terdapat beberapa gejala yang harus diwaspadai yaitu sesak napas, bibir menjadi biru, dan kejang. Kondisi ini masuk dalam kategori gejala parah pada anak yang terpapar Omicron.

 

Waspada gejala Omicron pada dewasa

 

Dituliskan University of California Davis Health, sejauh ini varian Omicron mempunyai gejala yang hampir sama dengan varian lain.

 

Gejala varian Omicron cenderung lebih ringan dan tidak menyebabkan gejala berat seperti pneumonia, yang mengharuskan pasien rawat inap di rumah sakit.

 

 

Secara umum, gejala Omicron pada orang dewasa meliputi

 

-Batuk

-Pilek

-Demam

-Kelelahan

-Sakit tenggorokan

-Sakit kepala

 

Orang yang terpapar varian baru ini jarang mengalami kehilangan penciuman dan perasa, membuat infeksinya sulit dibedakan dengan flu. (red)

Baca Juga:  Duh! Stadion JIS, Hasil Kerjaan Anies Baswedan Diklaim PDIP Andil Ahok dan Jokowi

 

Sumber: Kompas.com