Ribut-ribut di RSUD, DPRD Merangin Panggil Dokter Spesialis

oleh

JURNALJAMBI.CO, MERANGIN – Kisruh di RSUD Kolonel Abundjani Kota Bangko, terus berlanjut. Rabu (2/2/2022) DPRD Merangin mengelar hearing dengan dokter spesialis. Bertempat di Ruang Komisi II, para dokter spesialis tersebut mencurahkan keluh kesah mereka pada wakil rakyat di DPRD Merangin. Satu persatu, dokter mengungkapkan polemik yang terjadi di fasilitas umum milik negara tersebut.

Terungkap, mulai dari antigen, mobil dinas hingga intervensi dalam menunaikan tugas di RSD Kol Abundjani. Tercatat, 5 dari 9 dokter spesialis memenuhi undangan tersebut yang tampak langsung disambut Ketua Komisi II, Yuzan dan para dewan lain. Terlihat, Asari El Wakas, Taufiq, Mulyadi, Helmi dan dewan lainnya menengahi kisruh Direktur RSD Kol Abundjani, dr Shepelio dengan dokter spesialis.

Asari El Wakas atau lebih akrab dengan sapaan Bang Puk mengingatkan soal peranan masing-masing pihak. Misalkan Dinas Kesehatan dan Dewan Pengawas yang ada di rumah sakit plat merah itu.

“Dewan pengawas rumah sakit harus tanggap, agar ada solusi nantinya,” kata politisi Demokrat itu.

Ternyata, polemik ini telah berlarut-larut. Terungkap dalam pertemuan itu, polemik sebelumnya di mediasi oleh Dewan Pengawas Rumah Sakit Provinsi.

“Tapi hal itu tetap terjadi lagi. Bahkan pernah terlontar dari mulut direktur, ‘dokter spesialis sekolah tinggi-tinggi tidak punya otak,” ungkap salah satu perwakilan dokter.

Persoalan ini makin runyam, dengan kebijakan pembagian mobil dinas, intervensi pekerjaan, kemudian jam kerja dan lain-lain. Makin menjadi, mereka pun mengancam mogok kerja.

Sebaliknya, pimpinan RSUD ngotot dan mempersilahkannya. Lagi-lagi, terungkap bahasa sang direktur dalam hearing DPRD Merangin dan dokter spesialis.

“Jika tidak berkenan, di RSUD ini silahkan hengkang,” ujarnya mengulang penyampaian.

Usai pertemuan, para dokter ternyata berkeras dengan keinginan mereka. Tak main-main, mereka mengklaim 19 dari 24 dokter spesialis yang ada, bakal hengkang.

Baca Juga:  DPRD Minta Bupati Bungo Harus Fokus Lagi: Indeks Ekonomi Kita Dibawah Kabupaten Sarolangun

Kabar buruk buat warga Merangin, andai ancaman tersebut benar-benar terjadi.

Kemudian lagi, mereka menolak opsi dari Komisi II untuk mempertemukan mereka dengan dr Sephelio alias mediasi.

Ketua Komisi II DPRD Merangin mengatakan, setelah pemanggilan beberapa dokter spesialis permasalahan ini cepat selesai.

“Iya, kita sudah panggil beberapa dokter spesialis di RSUD, dan kita sudah tahu titik permasalahannya. Selanjutnya komisi II akan melakukan pemanggilan terhadap dewan pengawas rumah sakit,” kata Yuzan.

Dalam waktu dekat, DPRD juga memanggil BPKAD untuk persoalan kendaraan dinas yang sempat heboh baru-baru ini. Tercatat, Dinas Kesehatan turut dalam pemanggilan dalam upaya penyelesaian masalah ini. (*)