Bareng Kekasih, Zainnatu Sundus Ditangkap Gegara Narkoba di Bali

oleh

JURNALJAMBI.CO, DENPASAR – Selebgram Zainnatu Sundus atau yang dikenal dengan akun Instagram @nanaa_zs ditangkap bersama kekasihnya, Rio Emilio, di Bali. Mereka ditangkap Satres Narkoba Polresta Denpasar terkait kasus narkotika jenis sabu-sabu.

 

“Tersangka atas nama Rio mengkonsumsi narkotika jenis sabu sejak tahun 2014, sedangkan tersangka atas nama Zainnatu mengkonsumsi narkotika jenis sabu sudah 3 bulan,” kata Kanit 1 Satres Narkoba Polresta Denpasar AKP Sutriono saat konferensi pers di Mapolresta Denpasar, Senin (31/1/2022).

 

Sutriono mengatakan selebgram tersebut diketahui memakai narkoba berdasarkan hasil penyelidikan Satres Narkoba Polresta Denpasar. Timnya mendapatkan informasi soal dugaan transaksi narkoba di seputaran Jalan Raya Kuta, Kabupaten Badung.

 

Pada Selasa (4/1) sekitar 23.00 WITA, petugas melihat tersangka di Jalan Muding Sari, Gang Muding Asri, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Saat itu, petugas melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap keduanya dan menemukan barang bukti berupa satu paket klip sabu-sabu di atas rumput pinggir gang.

 

“Pada intinya kita mendapatkan informasi terkait penyalahgunaan narkotika terus kita lakukan penyelidikan, pengintaian, kita masuk ke TKP, setelah kita masuk kita amankan yang bersangkutan bersama temannya,” jelas Sutriono.

 

Polisi juga melakukan penggeledahan di tempat tinggal keduanya, yakni di Vila Enzo, Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Polisi menemukan satu buah pipa kaca berisi sabu.

 

“Menurut keterangan tersangka barang bukti tersebut adalah miliknya dibeli seseorang yang biasa dipanggil XCP seharga Rp 1,4 juta dengan transfer. Sedangkan sabu yang berada di pipa kaca dibelinya dengan patungan seharga Rp 800 ribu dengan cara tersangka Rio mengambil tempelan,” kata dia.

 

Dari perkara ini, polisi menyita barang bukti berupa satu plastik klip paket sabu berat bersih 0,5 gram, satu pipa kaca berisi sabu berat bersih 0,04 gram hingga ponsel. Keduanya dijerat Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman penjara minimal 4 tahun, maksimal 12 tahun dan denda antara Rp 800 juta hingga Rp 8 miliar. (red)

Baca Juga:  Dugaan Komersil Perkara, Begini Reaksi Kajari Bungo janji Penuhi Tuntutan Pendemo

 

Sumber: detik.com