Mana yang Lebih Unggul Vaksin Booster atau Lainnya?

oleh

JURNALJAMBI.CO, JAKARTA – Vaksin booster dengan efektivitas menjadi salah satu pertimbangan saat memutuskan untuk menerima dosis ketiga. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengungkapnya, baik oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI maupun pihak lain.

 

Salah satunya dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes), Kementerian Kesehatan. Salah seorang peneliti, Ririn Ramadhany, baru-baru ini menyampaikan hasil kajian tentang efektivitas vaksin booster COVID-19.

 

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan melibatkan sejumlah partisipan yang mendapatkan vaksin Sinovac sebagai vaksin primer. Para partisipan dibagi menjadi dua kelompok, satu kelompok mendapat booster homolog yakni Sinovac dan satu lagi mendapat booster heterolog berbasis mRNA yakni Moderna.

 

“Kami mengambil sampel sebelum vaksinasi booster dan sebulan setelah mendapat vaksinasi booster,” jelas Ririn dalam simposium ‘Combating COVID-19 Pandemic without Boundaries’, Minggu (16/1/2022).

 

Hasilnya, didapatkan kadar titer antibodi pada booster homolog meningkat 7,8 kali lipat, sedangkan pada booster heterolog meningkat 67 kali lipat. Meski demikian, ditegaskan bahwa kadar titer antibodi tidak menunjukkan tinggi rendahnya tingkat proteksi.

 

“Seperti kita tahu, tidak semua antibodi bisa bekerja sebagai antibodi penetralisir, sebagian hanya bekerja untuk aktivitas binding,” jelas Ririn.

 

Hasil Kajian BPOM RI

 

Sementara itu, BPOM RI telah melakukan kajian terhadap sejumlah kombinasi vaksin booster baik yang bersifat homolog maupun heterolog. Efektivitas vaksin booster yang teramati dapat dirangkum sebagai berikut.

 

1. Sinovac (CoronaVac atau vaksin COVID-19 Bio Farma)

Diberikan sebagai vaksin booster homolog, diberikan satu dosis pernuh (full dose) setelah 6 bulan pemberian vaksin primer lengkap.

 

Efektivitas: Pada usia 18 tahun ke atas, peningkatan titer antibodi netralisasi teramati 21-35 kali setelah 28 hari.

Baca Juga:  Ferdinand Hutahaean Tulis Surat Terbuka, Minta Maaf dan Mohon Bimbingan, Begini Isinya

 

2. Pfizer (Comirnaty)

Sebagai booster homolog diberikan sebanyak 1 dosis (full dose) setelah 6 bulan pemberian vaksin primer.

 

Efektivitas: pada usia 18 tahun ke atas, peningkatan titer antibodi netralisasi 3,29 kali setelah 1 bulan, dibandingkan 28 hari setelah vaksinasi primer.

 

Sebagai booster heterolog pada vaksin primer Sinovac atau AstraZeneca, diberikan 1/2 dosis (half dose), 6-9 bulan setelah dosis lengkap vaksin primer.

 

Efektivitas: menghasilkan peningkatan antibodi IgG terhadap S-RBD 105,7 kali dibanding sebelum pemberian booster.

 

Sebagai booster heterolog untuk AstraZeneca, diberikan 1/2 dosis (half dose) setelah 6 bulan vaksinasi primer.

 

Efektivitas: menghasilkan peningkatan antibodi IgG terhadap S-RBD 21,8 kali dibanding sebelum booster.

 

3. Astraeneca (Vaxzevria dan Kconecavac)

Sebagai booster homolog diberikan 1 dosis (full dose) setelah 6 bulan vaksin primer.

 

Efektivitas: pada usia 18 tahun ke atas, peningkatan rata-rata titer antibodi IgG dari 1792 unit menjadi 3746 unit.

 

Sebagai booster heterolog untuk vaksin primer Sinovac diberikan 1/2 dosis (half dose).

 

Efektivitas: pada interval 3-6 bulan setelah vaksin primer titer antibodi IgG terhadap S-RBD meningkat 34-35 kali; pada interval 6-9 bulan sebesar 35-41 kali.

 

Sebagai booster heterolog untuk Pfizer diberikan 1 dosis (full dose).

 

Efektivitas: antobodi IgG meningkat dari 3350 unit menjadi 13.242 unit.

 

4. Moderna

Diberikan sebagai booster homolog dan heterolog untuk vaksin AstraZeneca, Pfizer, atau Janssen (Johnson & Johnson).

 

Efektivitas: meningkatkan titer antibodi netralisasi 12,99 kali setelah booster homolog vaksin Moderna.

 

5. Anhui (Zifivax)

Diberikan sebagai booster vaksin heterolog 6 bulan setelah dosis lengkap Sinovac atau Sinopharm.

 

Efektivitas: meningkatkan titer antibodi 30 kali lipat pada usia 18 tahun ke atas. (red)

Baca Juga:  Jokowi: Saya Minta Jangan ke Luar Negeri Jika Tak Ada Urusan Penting!

 

Sumber: detik.com