Letusan Gunung Berapi Picu Tsunami di Tonga: Suara Guntur yang Keras

oleh

JURNALJAMBI.CO, NUKUALOFA – Penduduk Tonga yang ketakutan melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi setelah letusan gunung berapi memicu tsunami di negara pulau tersebut. Badan meteorologi Australia mencatat, gelombang tsunami 1,2 meter diamati terjadi di ibu kota Tonga, Nukualofa, pada Sabtu (15/1/2022)

 

Letusan terakhir gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha’apai terjadi hanya beberapa jam setelah peringatan tsunami pada hari Jumat (14/1/2021) dicabut.

 

Mere Taufa warga Tonga mengatakan, dia berada di rumahnya bersiap-siap untuk makan malam ketika gunung berapi meletus.

 

“Itu sangat besar, tanah bergetar, rumah kami bergetar. Itu datang dalam gelombang. Adik laki-laki saya mengira bom meledak di dekatnya,” kata Taufa kepada situs berita Stuff.

 

Dia mengatakan air memenuhi rumah mereka beberapa menit kemudian dan dia melihat dinding rumah tetangga runtuh.

 

“Kami langsung tahu itu tsunami. Air saja memancar ke rumah kami. Anda hanya bisa mendengar teriakan di mana-mana, orang-orang berteriak untuk keselamatan, semua orang berupaya naik ke tempat yang lebih tinggi”.

 

Raja Tonga Tupou VI dilaporkan telah dievakuasi dari Istana Kerajaan di Nukualofa dan dibawa oleh konvoi polisi ke sebuah vila yang jauh dari garis pantai.

 

Letusan awal berlangsung setidaknya delapan menit dan mengirimkan gumpalan gas, abu dan asap beberapa kilometer ke udara. Penduduk di daerah pesisir didesak untuk menuju tempat yang lebih tinggi.

 

Letusan itu begitu kuat sehingga terdengar sebagai “suara guntur yang keras” di Fiji lebih dari 800 km jauhnya, kata para pejabat di Suva.

 

Di sana, para pejabat memperingatkan warga untuk menutup tangki penampung air jika terjadi hujan abu yang bersifat asam.

Baca Juga:  Al Haris Segera Lakukan Reformasi dan Revitalisasi SMA TT

 

Victorina Kioa dari Komisi Pelayanan Publik Tonga mengatakan pada hari Jumat bahwa orang-orang harus “menjauhi area peringatan yang merupakan daerah pesisir dataran rendah, terumbu karang dan pantai”.

 

Kepala Dinas Geologi Tonga Taaniela Kula mengimbau masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah, memakai masker jika berada di luar dan menutupi penampungan air hujan dan sistem pemanenan air hujan.

 

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik mengeluarkan “peringatan tsunami” untuk Samoa Amerika, mengatakan ada ancaman “fluktuasi permukaan laut dan arus laut yang kuat yang bisa menjadi bahaya di sepanjang pantai”.

 

Peringatan serupa dikeluarkan oleh pihak berwenang di Selandia Baru dan Fiji.

 

Gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha’apai terletak di sebuah pulau tak berpenghuni sekitar 65km utara ibu kota Tonga, Nukualofa”. (red)

 

Sumber: beritasatu.com