Resmi! Menteri BUMN Erick Thohir Laporkan Dugaan Korupsi Garuda Pesawat ATR 72 seri 600

oleh

JURNALJAMBI.CO, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir menyambangi kantor Kejaksaan Agung (Kejagung) pada hari ini, Selasa (11/1/2021).

 

Menurut informasi yang dihimpun, kedatangan Erick disebut terkait dengan laporan kasus dugaan korupsi PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

 

“Jam 11.30 WIB, Erick Thohir ke Kejagung untuk melaporkan kasus Garuda,” demikian informasi yang beredar di kalangan wartawan, Selasa (11/1/2022).

 

Sementara itu, penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) sebelumnya tengah menyelidiki perkara dugaan tindak pidana korupsi penyewaan pesawat PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Kasus itu diduga telah merugikan negara.

 

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Supardi mengatakan bahwa pihaknya telah memanggil beberapa pihak untuk diklarifikasi keterangannya terkait perkara korupsi penyewaan pesawat emiten penerbangan berkode GIAA tersebut.

 

“Masih dalam proses, tunggu saja dulu,” tuturnya kepada Bisnis di Kejagung, Selasa (28/12/2021) malam.

 

Menurut Supardi, pihaknya juga sudah kordinasi dengan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra untuk membongkar praktik korupsi di BUMN tersebut.

 

“Kami sudah berkoordinasi juga dengan Dirut PT Garuda Indonesia itu,” katanya.

 

Supardi juga menegaskan bahwa perkara korupsi PT Garuda Indonesia yang ditangani Kejagung dan KPK berbeda.

 

Menurutnya, Kejagung hanya fokus menangani perkara korupsi penyewaan pesawat PT Garuda Indonesia. “Beda kasusnya ya,” ujarnya.

 

Dikutip dari kompas.com, Kedatangan Erick berkaitan dengan pelaporan dugaan korupsi di lingkungan PT Garuda Indonesia Tbk mengenai pengadaan dengan mekanisme sewa pesawat ATR 72 seri 600.

 

“Ini yang tentu juga kita serahkan bukti-bukti audit investigasi, jadi bukan tuduhan,” ujar Erick di Gedung Kejagung, Selasa.

 

Erick mengatakan bahwa sebelum pelaporan ini sudah dilakukan investigasi.

Baca Juga:  Pedangdut Velline Chu Gunakan Sabu Ngakunya untuk Hilangkan Trauma KDRT

 

Dari hasil investigasi ini didapatkan data-data valid mengenai adanya dugaan korupsi dalam pengadaan pesawat ATR 72 seri 600.

 

“Garuda ini sedang tahap restrukturisasi tetapi yang sudah kita ketahui juga secara data-data valid memang dalam proses pengadaan pesawat terbangnya, leasing-nya itu ada indikasi korupsi dengan merek yang berbeda-beda,” kata Erick. (red)

 

Sumber: Bisnis.com/Kompas.com