Dampak Covid-19, Harga Pinang Anjlok, Warga Buat Kerajinan Pelepah Pinang

oleh

JURNALJAMBI.CO, TANJABTIM – Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Lojo’ Kleppaa, Desa Sinar Wajo Kabupaten Tanjung Jabung Timur, terus berkembang.

Kelompok usaha yang menngembangkan produk kerajinan dari hasil pemanfaatan limbah pelepah pinang ini, secara swadaya membangun rumah produksi.

Pembangunan rumah produksi dilakukan secara swadaya dan mandiri oleh masyarakat dan telah dimulai sejak tanggal 13 Juli 2021 sampai dengan 14 juli 2021. Sebagian besar bahan-bahan yang digunakan untuk membangun rumah produksi ini seperti kayu bekas dan seng berasal dari sisa-sisa kandang maupun pondok-pondok milik warga yang tidak terpakai lagi.

Masyarakat yang umumnya bekerja sebagai petani pinang bekerjasama mendirikan rumah produksi. Tahap demi tahap upaya masyarakat untuk menjadikan KUPS Lojo’ Kleppaa lebih mandiri terus menerus digalakkan. KUPS Lojo’ Kleppaa yang merupakan unit usaha dibawah Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Sinar Wajo yang didirikan pada tanggal 16 Februari 2021.

“Pembangunan rumah produksi ini merupakan tindak lanjut dari upaya masyarakat selama ini untuk menjadikan KUPS sebagai sentra unit usaha produksi di desa,”kata Abdul Rahman Ketua KUPS Lojo’ Kleppaa.

Dikatakannya dengan adanya rumah produksi ini, KPUS akan mandiri memproduksi produk-produk kerajinan ramah lingkungan dari hasil pemanfaatan limbah pelepah pinang.

Azis Sigalingging, Koordinator Program Komunitas Konservasi Indonesia Warsi, organisasi yang menjadi mendampingi masyarakat desa ini, menyatakan sejauh ini produk pemanfaatan limbah pelepah pinang yang diolah masyarakat seperti piring dan kemasan masih diproduksi di Rumah Jambee menggunakan peralatan milik Program Studi Teknologi Pertanian Universitas Jambi.

“Program Studi Teknologi Pertanian Universitas Jambi beserta Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Jambi, telah berkomitmen untuk memberikan dukungan peralatan berupa alat produksi mesin press(cetak) piring pelepah pinang kepada KUPS Lojo’ Kleppaa,” kata Azis.

Baca Juga:  Gubernur Jambi H.Alharis Tegaskan ASN Butuh Energi Besar dan Soliditas Hadapi Wabah Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi

Dikatakan Azis, dukungan ini merupakan bagian dari komitmen kerjasama jangka panjang yang dibangun bersama antara KKI WARSI, Universitas Jambi, Rumah Jambee, serta KUPS di dua desa yakni KUPS Lojo’ Kleppaa Desa Sinar Wajo dan KUPS Kodopi Mitra Madani Desa Sungai Beras, yang dibangun sejak Desember 2020 dalam rangka pengembangan usaha perhutanan sosial berbasis potensi lokal.

“Untuk di desa Sungai Beras sendiri rumah produksi difungsikan di sekretariat LPHD Sungai Beras. Kerjasama ini meliputi pelatihan dan pemberdayaan masyarakat, asistensi, dukungan infrastruktur peralatan, promosi dan pemasaran,”kata Azis.

Perjalanan KUPS Lojo ‘ Kleppaa
Usaha pemanfaatan limbah pelepah pinang ini sendiri berawal dari inisiatif masyarakat yang ingin mengembangkan potensi pinang di desa mereka.

Sebagaimana diketahui, lebih dari 90% masyarakat desa Sinar Wajo mengandalkan komoditi pinang untuk menunjang pendapatan perekonomiannya. Sejak lama masyarakat penerima izin Perhutanan Sosial ini memanfaatkan pinang untuk menunjang pendapatan perekonomiannya.

Namun sejak terjadinya wabah pandemi covid 19 pada Maret 2020, permintaan akan komoditi pinang terus menurun. Kondisi ini kian diperparah dengan harga buah pinang yang menurun drastis menjadi Rp. 7.000,-/kg dari harga semula yakni Rp. 12.000,-/kg seiring laju penjualan pinang yang juga terus menurun tajam.

“Kami petani, harus putar arah mencari peluang baru untuk menyambung perekonomian kami. Dari diskusi dengan Warsi dan dijembatani dengan para pihak kami punya usaha kerajinan pelepah pinang ini,”kata Abdul Rahman.

Dikatakannya, inisiatif pengembangan usaha untuk menambah sumber pendapatan guna menunjang kelangsungan perekonomiannya ditengah pandemi covid 19 yang tidak menentu. Salah satunya ialah dengan melakukan pengembangan usaha berbasis potensi pinang menjadi produk bernilai ekonomis ramah lingkungan.

Pengembangan usaha pelepah pinang ini, merupakan kerjasama dengan Universitas Jambi, Rumah Jambee, KKI WARSI pada Desember 2020 kemudian melakukan pelatihan intensif kepada masyarakat tentang teknik dan praktik pemanfaatan limbah pelepah pinang menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.

Baca Juga:  Peringati HUT Hari Bhakti Adyaksa Ke-61, Kejari Merangin Salurkan Bantuan untuk Panti Jompo

Potensi pinang yang selama ini hanya dimanfaatkan buahnya saja, berkat pelatihan keterampilan dan pendampingan lanjutan yang diselenggarakan oleh KKI WARSI bersama Prodi Teknologi Pertanian Universitas Jambi, LPPM UNJA, Rumah Jambee, masyarakat perlahan mulai mampu mengolah limbah pelepah pinang menjadi produk kerajinan seperti kemasan, piring dan karton mulai dari tahap pemanenan, pencucian, penjemuran, pemotongan, pencetakan, hingga ke tahap pengemasan produk.

Pelepah pinang yang selama ini sama sekali tidak termanfaatkan sehingga sering dibuang ke sungai menjadi limbah dan sebagian besar lainnya terbiar disepanjang pekarangan kebun dan area hutan desa yang pada musim kemarau menjadi kering sehingga rentan terbakar, terlebih desa Sinar Wajo dan Sungai Beras merupakan desa yang berada di wilayah gambut landskap Sungai Buluh, kini mulai termanfaatkan dengan baik menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis yang ramah lingkungan.

Harapannya, kedepan produk dari limbah pelepah pinang sudah dapat diproduksi secara mandiri di tingkat desa dan dipasarkan oleh masyarakat. Untuk pemasaran produk, KUPS Lojo’ Kleppaa sendiri berkolaborasi dengan Rumah Jambee.

KUPS Lojo Kleppa telah berencana merambah platform pemasaran digital seperti tokopedia dan bukalapak. Semua upaya ini sangat tak terlepas dari dukungan semua pihak seperti Pemerintah Desa Sinar Wajo, LPHD Sinar Wajo, Program Studi Teknologi Pertanian Universitas Jambi, LPPM UNJA, Rumah Jambee, KPHL Tanjung Jabung Timur, BPSKL Wil Sumatera, terutama Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Dirjen Bangda Kemendagri RI) yang telah menghubungkan inisiatif pengembangan usaha perhutanan sosial berbasis potensi lokal melalui pemanfaatan limbah pelepah ini ke berbagai pihak seperti Pemerintah Daerah dan Lembaga Perguruan Tinggi.

Rencananya, jika tak ada hambatan, peresmian rumah produksi ini akan diselenggarakan pada awal bulan Agustus 2021 yang akan dihadiri dan diresmikan secara langsung oleh Bupati Tanjung Jabung Timur dan Rektor Universitas Jambi. (*)