Jaksa Masuk Rimba, Kajari Merangin Sosialisasikan Hukum Kepada Suku Anak Dalam

oleh

JURNALJAMBI.CO, MERANGIN – Guna mensosialisasikan pentingnya pemahaman hukum, Kejaksaan Negeri (Kejari) Merangin menggelar kegiatan Jaksa Masuk Rimba (JMR), Kamis (20/05) di Balai Adat Suku Anak Dalam (SAD) di Desa koto Rayo Kecamatan Tabir.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Merangin, Martha Parulina Berliana, SH. MH turun langsung menemui SAD didampingi oleh Dinas Sosial, Kepala Desa Koto Rayo, petugas relawan Covid-19, Kepala Suku Anak Dalam Tumenggung Ronni dan sejumlah Kasi dan Jaksa dilingkungan Kejari Merangin.

Diketahui, warga SAD yang berada di Desa Koto Rayo berjumlah 74 orang yang terdiri dari 26 KK. 15 KK diantaranya sudah tinggal dirumah seperti warga pada umumnya. Sementara sisanya, masih tinggal didalam sudung (pondok).

“Kunjungan Kita pada hari ini adalah untuk mensosialisasikan pentingnya pemahaman hukum kepada Suku Anak Dalam. Beberapa materi yang kita sampaikan seperti peraturan pidana pencurian berupa dasar hukum dan sanksi hukumnya, memberikan ideologi untuk selalu mencintai tanah air Indonesia serta memberikan arahan agar masyarakat SAD dapat mematuhi aturan hukum yang ada, baik itu hukum negara maupun hukum adat yang berlaku bagi Suku Anak Dalam,” ujar Kajari Merangin, Martha Parulina Berliana.

Beberapa materi lain yang disampaikan diantaranya tentang aturan berkendara dan pelanggaran lalulintas, bahaya narkoba bagi generasi bangsa, hukum gadai atau penadahan, larangan memiliki senjata api ilegal, membawa sajam sebagaimana yang diatur dalam UU Darurat No. 12 tahun 1951.

“Saya sangat mengapresiasi antusias warga SAD yang menyambut baik kedatangan Kami. Jalannya sosialisasi tetap dilakukan dengan mematuhi aturan protocol Kesehatan Covid-19,” tambahnya sembati memberikan bantuan sembako, masker dan handsanitizer.

Dalam kesempatan tersebut, Temenggung Ronni juga meminta  masukan kepada Kajari Merangin terkait permasalahan hukum yang sering mereka alami. (*)