Pasal Tanah, Wanita di Jangkat Ancam Abri Pakai Parang

oleh

JURNALJAMBI.CO, Merangin – Niat hati hendak mengukur tanah miliknya di perbatasan Desa Jangkat dan Beringin Tinggi, Taidi Abri (44) justru mendapat perlakuan yang menakutkan dari Sorni. Ia nyaris dibacok hingga kerah bajunya sobek.

Kejadian berawal ketika Abri yang bertugas sebagai juru ukur sertifikat prona Desa Beringin Tinggi hendak mengukur tanah miliknya yang berbatasan dengan tanah milik Sorni, Minggu siang (01/11).

Abri tidak sendiri. Ia didampingi oleh petugas ukur lainnya dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Merangin yakni Sugeng, Tadri dan warga setempat bernama Wartawan.

Sesampai dilokasi kejadian, Abri bertemu dengan suami Sorni, Jamuri. Abri kemudian meminta Jamuri untuk menunjukkan lokasi tapal batas antara tanah miliknya dan tanah Sorni.

Jamuri yang tidak keberatan lantas menuruti permintaan Abri. Namun, belum sempat menunjukkan lokasi batas, langkah Abri dan Jamuri terhenti.

Dari kejauhan, Sorni yang mengetahui rencana pengukuran batas tanah langsung menghentikan niat Abri. Menurut Sorni, tanah yang akan diukur adalah tanah miliknya.

Adu argument antara Sorni dan Abri pun tak dapat dielak. Sorni yang tak terima atas pernyataan Abri kemudian mengancam Abri dengan sebilah parang.

Tak sampai disitu, Sorni juga sempat memegang gerang baju Abri dan mengayun-ayunkan parang ke kepala dan tubuh Abri sembari mengeluarkan kata-kata ancaman.

Abri yang ketakutan berusaha melarikan diri hingga kerah baju miliknya sobek.

Sorni yang masih tersulut amarah tetap berusaha mengejar Abri dan ketiga temannya hingga ke tengah hutan.

“Yang mau saya ukur itu tanah Saya. Bukan tanah Sorni. Tanah itu saya beli beberapa tahun lalu dari Abasri, suami dari kakak Sorni, Ika namanya,” ujar Abri.

“Surat jual beli sama kuitansinya ada kok. Malah Abasri dan Ika siap menjadi saksi,” tambahnya.

Baca Juga:  Atas Dukungan Masyarakat, Joni Firdaus Maju di Pilkades Bajubang Laut

Atas kejadian tersebut, Abri mengaku trauma dan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Jangkat pada Rabu (04/11) yang lalu.

“Nyawa saya benar-benar terancam. Saya berharap, pihak kepolisian bisa mengusut kasus ini. Sebab, tanah yang mau saya ukur itu tanah saya sendiri hasil jual beli dengan kakak ipar Sorni,” ungkapnya.

Kasat reskrim Polres Merangin, Iptu Firdon Marpaung Kasrim melalui Kanit Res Polsek Jangkat, Aipda Agung Suryawan membenarkan laporan tersebut. Menurutnya, saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres Merangin.

“Kami sudah gelar perkara dengan Kasat Reskrim dan pelaku sudah kita amankan. SPDP nya juga sudah disampaikan ke Kejaksaan Negeri Bangko dan kami sedang melengkapi berkasnya,” sebut Aipda Agung. (*)