Peserta Sunatan Massal Gerakan Solidaritas Sunda Merangin Diarak Delman

oleh

JURNALJAMBI.CO, Merangin – Bertempat di Desa Sialang Kabupaten Merangin, Jambi, Gerakan Solidaritas Sunda Merangin (GSSM) menggelar kegiatan sunatan massal, Senin (26/10) sekitar pukul 11.00 Wib.

Sedikitnya, ada 7 anak yang menjadi peserta sunatan massal. Sebelum disunat, mereka terlebih dulu diarak keliling kampung dengan menggunakan Delman.

Ketua GSSM, Didih Engkas menuturkan, acara sunatan massal yang digelar secara sederhana itu dilaksanakan atas dasar inisiatif dari warga suku sunda sebagai langkah awal atas terbentuknya GSSM.

“GSSM didirikan pada tanggal 6 Oktober 2020 lalu yang merupakan organisasi pergerakan dibawah payung Paguyuban Sunda Merangin (PSM). Tujuannya adalah untuk mengangkat kembali marwah Paguyuban Sunda Merangin (PSM) yang selama ini mati suri dan nyaris tidak terdengar keberadaannya,” ujar Didih.

“Kami mengajak seluruh warga suku Sunda untuk bergabung bersama GSSM , kita guyub, saling asah, saling asih, saling asuh dan saling bergotong royong demi mewujudkan kehidupan sosial yang berkesinambungan,” tambahnya.

Disinggung soal kaitannya dengan politik, Didih menegaskan bahwa GSSM tidak berafiliasi dengan politik. Kegiatan yang dilakukan murni bertujuan untuk membangun kembali rasa kebersamaan dan kekeluargaan suku sunda.

“GSSM ini murni gerakan sosial yang kegiatannya dilaksanakan secara swadaya. Tidak ada muatan politis dalam tubuh GSSM, kalau secara individu, itu lain cerita, itu sudah hak individu masing-masing,” tegasnya.

“Kegiatan sunatan massal di Desa Sialang ini adalah langkah awal dari pergerakan GSSM. Jika ada daerah lain yang mau menggelar acara serupa, Kami dari GSSM, siap membantu,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Desa Sialang, As’ari menyambut baik kegiatan sunatan massal yang digelar oleh GSSM.

“Ditengah ekonomi masyarakat uang sedang sulit, kegiatan ini sangat membantu dan sangat diharapkan oleh masyarakat. Kedepan, tidak ada kegiatan sosial, Saya juga berharap GSSM bisa mengangkat kembali kesenian Sunda yang selama ini mati suri,” singkatnya diamini oleh Kang Yoyo, Ketua RT. 06/RW.03 Dusun 2 Lodaya Desa Sialang. (*)