Ternyata… Cek Endra Cucu Salah Satu Pendiri Jambi

oleh

JURNALJAMBI.CO, Jambi – Sejak awal niatnya mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur Jambi, Drs H Cek Endra (CE) telah menjadi sasaran isu SARA dan Primordialisme.

Pertanyaan atas status Putra Daerah Jambi seringkali ditujukan padanya. Namun, tak banyak yang tahu siapa Cek Endra sebenarnya.

Sosok kandidat yang berpasangan dengan Ratu Munawaroh (CE-Ratu Nomor Satu) ternyata putra asli Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi.

Ia yang kini menjabat sebagai Bupati Sarolangun itu lahir dan dibesarkan di Kecamatan Mandiangin. Kakek Cek Endra (CE), Ahmad Basyariah merupakan salah satu tokoh pendiri Provinsi Jambi.

Ahmad Basyariah (Kakek Drs. H. Cekk Endra)

Ahmad Basyariah tercatat sebagai anggota Pleno Badan Kongres Rakyat Djambi (BKRD) tahun 1955 yang berjuang untuk menjadikan Jambi wilayah otonom dan berpisah dengan Provinsi Sumatera Tengah.

Ahmad Basyariah juga pernah menjadi Camat pertama Sarolangun dan menjabat Camat Batang Asai pada tahun 1962.

Cek Endra (CE) sendiri lahir dari rahim Hj Hafni Rosna tepat pada tanggal 17 Maret 1958. Sementara Ayahnya (H Cek Mak), dikenal sebagai penyadap karet dan kemudian menjadi tauke karet yang cukup disegani secara pribadi dalam pergaulannya sehari-hari.

“Kakek saya dulu mewakili Lembaga Adat Sarolangun-Bangko (Sarko) yang ikut tanda tangan piagam pendirian terbentuknya Provinsi Jambi. Tahun 1999, Gubernur Jambi pak Abdurahman Sayoeti memberikan piagam penghargaan kepada kakek saya,” terang CE.

“Saya SD di Mandiangin, SMP dan SMEA di Kota Jambi. Kemudian saya kuliah di Jakarta,” ujar CE

Selesai mengenyam pendidikan dibangku kuliah tahun 1983, Ia mulai bekerja sebagai staf di PT Tugu Pratama Indonesia. Setelah tiga tahun menjadi staf, Ia kemudian diangkat menjadi kepala bagian keuangan dan kelala divisi keuangan di kantor yang sama.

Baca Juga:  Haris Masuk Mandiangin, CE: Sudah Saya Pesan Sambut dengan Baik, Jangan Dicueki

“Tahun 1992 saya terbang ke London Inggris bekerja sebagai Executive Trainer JH.Minet. Co. Ltd. Selanjutnya saya bekerja di Hongkong, Singapura, Thailand, dan kembali lagi ke PT Tugu Pratama Indonesia tahun 1993 menjabat Dirut,” tuturnya.

“Saya kembali ke Sarolangun pada tahun 1996. Pada tahun 2006, saya diberi amanah menjadi Wakil Bupati Sarolangun mendampingi Bupati Hasan Basri Agus (HBA),” tuturnya lagi.

Saat disinggung niatnya ingin menjadi Gubernur Jambi, CE menyebut kalau dirinya ingin membangun tanah kelahirannya (Jambi). Dia juga ingin mengabdi dan menjadi pelayan masyarakat di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

Jangan lupa, CE-RATU, NOMOR SATU, KITA ADALAH SATU (*)