Usap Rambut Anak Yatim, Rahmat: Kewajiban Kita untuk Menyantuni Mereka

oleh

JURNALJAMBI.CO, Merangin – Kamis (02/07) malam, anggota DPRD Merangin, Rahmat Hidayat menghadiri acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Sidolego Kecamatan Tabir Lintas yang ke-54.

Kehadiran politis Partai Amanat Nasional (PAN) itu tidak hanya sekedar mewakili lembaga DPRD Merangin, tetapi juga sebagai warga Desa Sidolego.

Dalam sambutannya, Rahmat mengutip kata-kata Bung Karno, Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.

“Jangan pernah melupakan sejarah bangsa. Adat istiadat maupun budaya leluhur harus dijaga dengan baik. Saya yakin, setiap desa memiliki sejarah yang luar biasa seperti slogannya Desa Sidolego Sakti,” ujarnya.

“Saya sangat mengapresiasi agenda rutin Desa Sidolego dalam memperingati Hari Ulang Tahun yang pada hari ini berusia 54 tahun. Kebetulan, Saya tinggal di Desa Sidolego. Jadi kehadiran saya tidak hanya mewakili lembaga DPRD Merangin, tetapi juga sebagai warga Desa Sidolego,” tambahnya.

Ia pun berpesan kepada generasi muda Desa Sidolego untuk terus berprestasi dan berinovasi guna memajukan Desa, Daerah maupun Negara.

“Kejarlah cita-citamu setinggi mungkin. Jadikan halangan maupun rintangan sebagai motivasi untuk meraih kesuksesan,” sebutnya.

Acara yang berpusat di Kantor Desa Sidolego itu turut dihadiri oleh Kepala Dinas Dukcapil (Jailani), Kepala Dinas Pariwisata (Sukoso), Camat Tabir Lintas dan sejumlah pejabat lainnya serta ratusan warga yang memadati lokasi acara.

Rahmat juga turut memberikan hadiah kepada pemenang lomba rumah bersih dan sehat, lomba baca puisi dan lomba RT terbaik.

Selain membagikan hadiah kepada pemenang lomba, Rahmat juga mengusap rambut sedikitnya 20 anak yatim.

Kala mengusap rambut anak yatim dan yatim piatu, Rahmat mengaku sangat terharu. Menurutnya, nasib anak yatim dan yatim piatu tak seberuntung anak lainnya.

Baca Juga:  Gerak Cepat Polsek Tabir Ulu, Tambang Emas Ilegal Dirazia

“Saya berdo’a, semoga mereka mendapatkan kasih sayang seperti anak lainnya meski itu bukan dari orang tua kandung mereka. Kewajiban kita untuk menyantuni mereka agar mereka tetap bisa mewujudkan cita-cita seperti yang mereka harapkan,” pungkasnya. (*)