Perebutan Ketua Pemuda Pancasila Merangin Memanas, 4 Calon Saling Klaim Dukungan

oleh

JURNALJAMBI.CO, Merangin – Perebutan kursi Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Merangin memanas. Empat calon yang menyatakan sikap maju dalam pemilihan saling mengklaim dukungan.

Menariknya, para calon merupakan putra terbaik Merangin yang saat ini duduk di DPRD Kabupaten Merangin. Mereka adalah itu adalah Muhammad Yani, Hasren Purja Sakti, Rahmat Hidayat dan Edi Khairul Fahmi.

Ditemui di Markas Besar (Mabes) PP Kabupaten Merangin di ujung Jalan Tiga Jalur, Muhammad Yani optimis mampu memangkan kontestasi pemilihan Ketua MPC-PP Merangin. Ia yang kini menjabat sebagai pemegang mandat sangat yakin akan didukung oleh PAC, Sapma dan MPW-PP Jambi.

“Kalau untuk dukungan, Alhamdulillah pernyataan sikap sudah banyak. Tidak hanya PAC, dukungan juga datang dari Sapma dan DPW,” terangnya dengan nada optimis.

Terpisah, Hasren Purja Sakti pun menyatakan hal yang sama. Hanya saja, Ia hanya menargetkan minimal 50 plus 1 persen dukungan untuk mengklaim posisi Ketua MPC-PP Merangin.

“Pemegang hak suara itu kan ada 26, yakni 24 PAC, Sapma dan DPW. Nah, saya sudah mendapatkan pernyataan dukungan dari 17 PAC. Saya rasa itu sudah lebih dari 50 plus 1 persen untuk meraih posisi ketua MPC-PP Merangin,” tegas Hasren.

Berbeda dengan Yani dan Hasren, Rahmat Hidayat ternyata memiliki pendekatan berbeda untuk meraih dukungan. Ia memilih untuk sowan dengan pengurus lama MPC-PP Merangin. Menurutnya, restu dari pengurus lama sangat dibutuhkan untuk mendapatkan dukungan dari para pemegang hak suara.

“Secara adab atau etikanya kan begitu. Kita sowan atau permisi dulu dengan pengurus yang lama. Dari situ kita mendapatkan masukan atau wejangan untuk melangkah. Insya Allah, dukungan itu sudah nyata,” ujar Rahmat.

Baca Juga:  DPRD Tanjabbar Tantang Petro China Serahkan Data Valid dan Pembuktian Dilapangan

Sementara itu, Edi Khairul Fahmi justru enggan mengumbar dukungan.

“Yang namanya berperang itu, strategi tidak perlu diumbar. Cukup kita yang tau. Kalau diumbar, nanti apa yang kita rencanakan akan dengan mudah dilumpuhkan oleh lawan,” singkatnya sembari tertawa ringan. (*)