Bikin Ngilu, Anak Usia 7 Tahun Nekat Berjalan Kaki Belasan Kilometer Karena Gurauan Ayahnya

oleh

JURNALJAMBI.CO, Merangin – Pelajaran bagi orang tua yang sering bergurau dengan anak yang masih dibawah umur. Di Jambi, seorang anak berusia 7 tahun nekat berjalan kaki sejauh 15 kilometer karena gurauan orang tuanya.

Adalah Dhenji Ferdana (7) Warga Desa Sungai Ulak Kecamatan Nalo Tantan Kabupaten Merangin, Jambi yang dengan obsesinya mengikuti kisah yang diceritakan oleh orang tuanya, Shanif.

Kejadian itu berawal ketika Dhenji mengutarakan keinginannya kepada Shanif untuk pergi ke rumah neneknya di Desa Muara Kibul Kecamatan Tabir Barat yang jaraknya lebih dari 60 kilometer, Jum’at (05/06) siang.

Kala itu, Shanif menceritakan sebuah kisah tentang orang yang dengan berjalan kaki bisa mengeliling Indonesia dan dunia. Tak disangka, gurauan Shanif dianggap serius oleh Dhenji.

Dhenji benar-benar terobsesi dengan kisah tersebut. Tanpa disadari Shanif, Dhenji sudah pergi dari rumah dengan membawa sejumlah pakaian. Dhenji pergi dari rumah dengan memakai menggunakan sendal, baju kaos berwarna biru putih, tas sekolah warna hijau, kantong plastik warna hitam berisi bekal minuman dan makanan sandal. Kepergian Dhenji diperkirakan terjadi pada pukul 15.00 wib.

Kenekatan Dhenji diluar dugaan Shanif. Hingga malam tiba, Shanif baru sadar jika Dhenji tak kunjung pulang. Ia pun kemudian memposting kabar kehilangan Dhenji di jejaring sosial Facebook sekitar pukul 19.40 wib.

Berkat postingan Shanif yang dibagikan lebih dari 300 kali, Dhenji pun akhirnya ditemukan berada dirumah warga di Desa Mensango Kecamatan Tabir Lintas sekitar pukul 20.15 wib. Jika dihitung, jarak yang telah ditempuh oleh Dhenji dengan berjalan kaki berkisar 15 kilometer.

Dengan kaki kecilnya, Dhenji menelusuri jalan Lintas Sumatera seorang diri. Sejumlah kekhawatiran muncul. Mulai dari gangguan binatang ditengah perjalanan, kecelakaan lalulintas hingga tindakan penculikan.

Baca Juga:  Gerak Cepat Polsek Tabir Ulu, Tambang Emas Ilegal Dirazia

“Waktu itu, saya cuma bergurau. Tidak disangka, gurauan saya itu dianggap serius. Saya baru sadar kalau Dhenji nekat ke Kibul dengan berjalan kaki seperti kisah yang saya ceritakan,” ujar Shanif.

Kabar ditemukannya Dhenji benar-benar membuat lega. Tak hanya Shanif, orang tua Dhenji, warga Merangin pun turut bersyukur atas penemuan Dhenji.

Warga yang mendapat kabar tersebut berbondong-bondong berkunjung ke rumah Rosnawati tempat Dhenji berada. Tak hanya warga Mensango, tapi juga warga dari Kecamatan Bangko, Margo, Rantau Panjang dan daerah lainnya memadati rumah sederhana berdinding papan yang ditempati oleh Buk Ros (begitu sapaan akrabnya).

Dalam kisahnya, Buk Ros bercerita bahwa Ia melihat Dhenji lewat didepan rumahnya pada Jum’at Sore (05/06) sekitar pukul 17.30 Wib. Saat itu, Buk Ros merasa heran, kenapa ada anak kecil berjalan sendirian di sore hari. Ia pun menghampiri Dhenji.

“Saya tanya, mau kemana? Katanya Mau ke rumah nenek di Kibul (Desa Muara Kibul). Saya kaget, kok mau ke kibul jalan kaki. Sendirian lagi, ya saya selamatkan. Saya bawa kerumah,” ujar Buk Ros didampingi suaminya, Gono.

“Karena hari sudah sore, saya tanya sudah makan apa belum. Dia diam saja, saya kasih makan dia tidak mau. Akhirnya saya belikan jajanan, baru dia mau. Mungkin karena kecape’an, Dhenji tidak sempat mandi. Dia langsung tertidur pulas. Karena tidak tega, saya selimuti dia supaya tidurnya nyenyak dan tidak digigit nyamuk,” tambahnya.

Sekitar pukul 20.30 Wib, orang tua Dhenji, Shanif tiba dikediaman Buk Ros dan langsung memeluk Dhenji dengan penuh keharuan. Padahal, Dhenji masih tertidur pulas.(*)