Ambil Hikmahnya, Dhenji Pergi dari Rumah dengan Berjalan Kaki Karena Gurauan Shanif

oleh

JURNALJAMBI.CO, Merangin – Dhenji Ferdana (7) akhirnya ditemukan. Insiden kepergian Dhenji dari rumah dapat menjadi pelajaran bagi seluruh orang tua.

Diketahui, kenekatan Dhenji pergi dari rumahnya di Desa Sungai Ulak Kecamatan Nalo Tantan Kabupaten Merangin, Jambi lantaran ulah candaan orang tuanya, Shanif.

Menurut Shanif, Jum’at (05/06) siang Dhenji menyampaikan kepada Shanif bahwa Ia ingin pulang ke Desa Muara Kibul Kecamatan Tabir Barat. Dhenji ingin tidur dirumah nenek.

Kala itu, Shanif bercanda dengan menceritakan kisah orang yang berjalan kaki bisa mengeliling Indonesia dan dunia. Tak disangka, candaan Shanif dianggap serius oleh Dhenji.

Tanpa disadari oleh Shanif, Dhenji sudah pergi dari rumah dengan membawa sejumlah pakaian dalam tas sekolah warna hijau. Dhenji pergi dari rumah dengan memakai baju kaos berwarna biru putih, tas sekolah warna hijau, kantong plastik warna hitam dan memakai sandal.

“Saya cuma bergurau. Tidak disangka, gurauan saya itu dianggap serius. Saya baru sadar kalau Dhenji nekat ke Kibul dengan berjalan kaki seperti kisah yang saya ceritakan,” ujar Shanif.

Sadar anaknya tak kunjung pulang, sekitar pukul 19.40, Shanif memposting kabar hilangnya Dhenji. Dhenji pun akhirnya ditemukan dirumah Buk Ros, warga Desa Mensango Kecamatan Tabir Lintas dalam kondisi sedang tertidur pulas.

Kabar ditemukannya Dhenji Ferdana (7) benar-benar membuat lega. Tak hanya Shanif, orang tua Dhenji, warga Merangin pun turut bersyukur atas penemuan Dhenji.

Warga yang mendapat kabar penemuan Dhenji dari Jurnaljambi.co dan media sosial Facebook berbondong-bondong berkunjung ke rumah Buk Ros. Tak hanya warga Mensango, tapi juga warga dari Kecamatan Bangko, Margo, Rantau Panjang dan daerah lainnya.

Dalam kisahnya kepada warga, Buk Ros bercerita bahwa Ia melihat Dhenji lewat didepan rumahnya pada Jum’at Sore (05/06) sekitar pukul 17.30 Wib. Saat itu, Buk Ros merasa heran, kenapa ada anak kecil berjalan sendirian di sore hari. Ia pun menghampiri Dhenji.

Baca Juga:  Enam Desa di Sarolangun Sepakat Kelola Kawasan Secara Kolaboratif

“Saya tanya, mau kemana? Katanya Mau ke rumah nenek di Kibul (Desa Muara Kibul). Saya kaget, kok mau ke kibul jalan kaki. Sendirian lagi, ya saya selamatkan. Saya bawa kerumah,” ujar Buk Ros didampingi suaminya, Gono.

“Karena hari sudah sore, saya tanya sudah makan apa belum. Dia diam saja, saya kasih makan dia tidak mau. Akhirnya saya belikan jajanan, baru dia mau,” tambahnya.

Sekitar pukul 20.30 Wib, orang tua Dhenji, Shanif tiba dikediaman Buk Ros dan langsung memeluk Dhenji dengan penuh keharuan.(*)