Belum Sebulan, Pusling Air Sudah Rusak, Dana Rp 55 Juta Mubazir

oleh

JURNALJAMBI.CO, Merangin- Belum genap satu bulan keberadaan Pusling Air (Ambulan Air) untuk Masyarakat Desa Air Liki, Kecamatan Tabir Barat Kabupaten Merangin, Jambi sudah rusak.

Fasilitas rakyat yang menelan dana RP 55 juta itu mubazir lantaran belum bisa difungsikan untuk masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis di desa terpencil tersebut.

Usut punya usut, tak sedikit masyarakat yang pesimis akan kemampuan tenaga Pusling Air dalam melintasi sungai yang deras. Seperti diungkapkan oleh Son, warga Desa Air Liki yang dihubungi Infomelayu.com (Grup Jurnaljambi.co). Menurutnya, secara Fisik Boot Pusling Air lebih besar dibandingkan dengan Boot Ketek milik masyarakat setempat.

Ia juga menyayangkan pekerjaan Pusling Air yang tidak melibatkan Masyarakat setempat yang tentu lebih paham medan sungai.

“Kenapo dak dikasih ke orang sini be ngerjokan Boot pusling tu? Kan biso disesuaikan dengan arus aik yang dereh. Kami ko lebih paham jalan aiknyo dan jugo sudah puluhan tahun kami ko buek Boot ketek,” ujar Son dengan bahasa daerah yang kental.

Son pun terheran-heran dengan pembiayaan Pusling Air yang mencapai Rp 55 Juta untuk ukuran satu unit.

“Sayo kaget jugo dengar biaya buat Pusling Air yang hampir samo bentuknyo dengan ketek masyarakat. Kalo masyarakat Air Liki yang buat Pusling Air tu, cukup lah dengan sen  Rp 15 Juta, lah elok nian jadinyo tu,” terangnya.

Anggota DPRD Merangin, As’ari El Wakas menyayangkan kondisi Pusling Air yang belum bisa di berdayakan untuk transportasi medis bagi Masyarakat Desa Air Liki dan Air Liki Baru.

“Saya berharap pihak pelaksana dan Dinas Kesehatan segera memfungsikan Pusling Air karena sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  M. Hazil Aima Putra Cetuskan Ide Co Branding KTA DPRD dan ATM Bank 9 Jambi

“Kita sudah konfirmasi ke PPTK di Dinas Kesehatan agar memberitahukan kepada pihak yang mengerjakan Ambulan Air, apakah sudah sesuai dengan spek dan bisa digunakan oleh masyarakat  Aik liki, kalau kondisi Pusling Air yang ada saat ini kita pesimis bisa digunakan, karena medan air yang terjal dan arusnya sangat deras,” tambahnya.

Menurut pria yang akrab disapa Opuk itu, pada tahun  2019 dinas terkait sudah menganggarkan pengadaan Pusling Air namun tidak dilaksanakan. Lalu, tahun 2020 dianggarkan kembali.

“Tahun ini dianggarkan, kalau tidak salah Rp 55 juta untuk pengadaan Pusling Air. Seharusnya, pembuatan Boot di Desa Air Liki saja. Karena Masyarakat sana sudah paham dengan kondisi medan air yang di lewati,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Merangin, Abdai yang berkali-kali dikonfirmasi melalui WhatsApp tidak meberikan respon. Sedangkan  Andre PPTK mengaku bahwa pihaknya telah mendapatkan informasi terkait Ambulan Air yang rusak.

“Minggu kemaren saya sudah dapat juga infonya dan sudah saya koordinasikan langsung dengan pihak ketiga yang mengerjakan. Katanya sedang diperbaiki, makanya sampai sekarang belum saya proses pembayarannya,” singkat Andre. (*)