Penampungan Baby Lobster Ilegal Senilai Rp 6,7 Milyar Digrebek, 5 Pelaku Diamankan

oleh

JURNALJAMBI.CO, Jambi – Polda Jambi berhasil membongkar jaringan penjualan baby lobster ilegal senilai Rp 6,7 milyar di jl. Raden Suhur, Desa Tangkit Baru Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (27/05).

Dikutip dari jambiseru.com (Sindikasi media Jurnaljambi.co), dalam penggrebekan tersebut, sedikitnya 44.800 bibit lobster yang tersimpan dalam 7 box berhasil diamankan bersama 5 orang pelaku.

“Di dapatkan 44.800 bibit. Dengan rincian Lobster Mutiara 239 ekor dan Lobster Pasir 44.561 ekor,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jambi, Kombes Pol Edi Faryadi di tempat kejadian perkara (TKP).

Untuk potensi kerugian lanjutnya, sebesar miliaran rupiah. Baby lobster pun berasal dari lampung.

“Rp 6,7 M potensi kerugian, baby lobster ini dari Lampung,” ujarnya.

Sementara, Ketua Desa Tangkit Lama, Ginda, menyatakan, bahwa ia tidak mengetahui bahwa rumah tersebut dijadikan tempat penampungan baby lobster. Kata Ginda, rumah tersebut pun yang punyanya bukan tinggal di sini.

“Yang punyanya pak Sugeng, dia tidak tinggal di sini. Orang lain yang ngontrak di sini dan belum melaporkan ke saya. Saya juga tidak tau rumah ini dijadikan tempat penampungan baby lobster,” tutupnya. (*)